Hindari Nyepi di Bali, 1.000 Wisatawan Hijrah ke Gili Trawangan

0
211
Hindari Nyepi di Bali, 1.000 Wisatawan Hijrah ke Gili Trawangan
Suasana di salah satu ruas jalan di pantai timur Gili Trawangan, Lombok, NTB yang dipadati turis pada Sabtu (13/3) malam (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Sekitar 1.000 wisatawan memadati Pulau Gili Trawangan di Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk menghindari perayaan Nyepi di Bali yang jatuh pada hari ini, Minggu (14/3).

Dikutip dari kompas.tv, para wisatawan yang didominasi turis mancanegara ini datang ke Gili Trawangan menggunakan fastboat sejak Jumat (12/3) hingga Sabtu (13/3).

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padangbai, Bali Ni Luh Putu Eka Suyasmin membenarkan sekitar 1.000 turis meninggalkan Bali selama dua hari sebelum Nyepi.

“Ya, mungkin ada 1.000 orang. Dari kemarin sudah ratusan turis yang berangkat. Jumat kemarin ada 3 fastboat yang berangkat. Kebanyakan mereka berlibur ke Gili Trawangan,” ujar Ni Luh Putu Eka Suyasmin.

Hari Sabtu kemarin, tambah dia, ada 3 fastboat yang berangkat, pagi dan sore, dari Eka Jaya dan Ostina.

Sejumlah turis domestik dan mancanegara tampak lalu-lalang di salah satu ruas jalan di Pulau Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (13/3) siang (foto: istimewa)

Menurut Ni Luh Putu Eka Suyasmin, kondisi seperti ini selalu terjadi setiap tahun.

“Ini biasa kalau Nyepi. Karena di Bali kan nggak ada aktivitas sama sekali, nggak boleh keluar, wi-fi nggak ada, semua kegiatan dihentikan, ” terang dia.

Selama perayaan Nyepi berlangsung, kata Ni Luh Putu Eka, seluruh kegiatan di semua pelabuhan di Bali dihentikan selama 24 jam.

“Semua pelabuhan di Bali tutup. Kalau dari Padangbai, kapal feri terakhir diberangkatkan pada Minggu (14/3) jam 03.00 dinihari. Sementara kapal feri terakhir dari Lembar, Lombok, menuju Bali diberangkatkan jam 19.30 Wita pada Sabtu malam (13/3),” ujar dia.

Dia menambahkan seluruh pelabuhan di Bali akan kembali beroperasi pada Senin (15/3).

“Setelah Nyepi, semua kegiatan akan kembali seperti semula. Kapal feri akan mulai diberangkatkan lagi mulai jam 09.00 Wita hari Senin,” kata dia.

Menyoal protokol kesehatan selama pandemi, Ni Luh Putu Eka menandaskan, pihaknya tetap memberlakukan prokes yang berlaku.

“Penumpang wajib melengkapi surat keterangan hasil rapid test antigen negatip. Yang belum bawa, kita arahkan untuk menjalani rapid test mandiri di tempat,” ujar dia seraya menyebut bahwa pelabuhan Padangbai menyiapkan fasilitas rapid test bagi para penumpang yang hendak bepergian.

Dia berpesan agar para turis tetap memenuhi aturan dan prokes yang berlaku.

“Jadi jika misalnya tidak berkeinginan di Bali selama Nyepi, ya otomatis harus keluar dari Bali. Tapi tetap harus mengikuti aturan dan prokes yang berlaku. Keluar masuk Bali, wajib rapid test antigen,” tukas dia.

Suasana Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai saat Hari Nyepi, Minggu (14/3) (foto: istimewa)

Sementara itu Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali menghentikan kegiatan operasional selama 1 hari penuh saat Hari Suci Nyepi.

Sebanyak 80 penerbangan dan ribuan penumpang tidak bisa dilayani selama Hari Suci Nyepi.

Penghentian operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai dilakukan saat pelaksanaan Catur Brata Penyepian pada Minggu (14/3) 2021.

Penutupan dimulai pada hari Minggu, pukul 06.00 Wita dan akan dibuka kembali pada Senin (15/3) 06.00 Wita.

Humas Angkasa Pura Bandara I Gusti Ngurah Rai menyebut sekitar 7.000 hingga 7.500 penumpang dari dan menuju Bali tidak bisa dilayani.

Pihak Bandara menyiagakan lebih dari 150 personil untuk mengantisipasi adanya penerbangan dan pendaratan darurat selama Nyepi.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini