Masyarakat Adat Serah Pangan Lokal kepada Bupati Sikka

0
500
Masyarakat Adat Serah Pangan Lokal kepada Bupati Sikka
Aktifis masyarakat adat pose bersama Bupati Sikka di Lingkar Luar, Rabu (17/3) (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Sejumlah aktifis masyarakat adat menyerahkan pangan lokal kepada Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, Rabu (17/3) di rumah pribadi Bupati Sikka di Lingkar Luar.

Pemberian pangan lokal ini sebagai simbolis peringatan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara.

Tampak hadir di Lingkar Luar yakni Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Nusantara (Aman) dan Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Flores Bagian Timur.

Dalam momentum sejarah itu, mereka juga meluncurkan sebuah buku hasil karya BPAN Flores Bagian Timur, dan menyerahkan sembako kepada Ina Lian Me Nukak di Komunitas Adat Koker dan Komunitas Adat Runut.

Marselinus Djagong menyapa masyarakat adat

Sekretaris Aman Flores Bagian Timur Marselinus Djagong mengatakan bahwa pangan lokal sangat identik dengan perjuangan masyarakat adat.

Dalam situasi pandemi virus corona seperti sekarang, kondisi ini semakin mempertegas nilai eksistensi dan perjuangan mereka.

“Pandemi memberikan berbagai jawaban sekaligus memberikan
petunjuk arah ke masa depan yang lebih baik, sebuah kehidupan baru di mana kita harus hidup terus menjaga ibu bumi dan adil dengan sesama manusia,” ungkap mantan anggota DPRD Sikka itu.

Bantuan sembako bagi masyarakat adat

Dia mengatakan sepanjang tahun 2020 masyarakat adat mengalami berbagai diskriminasi, perampasan hingga kekerasan. Dia memaklumi kondisi tersebut sebagai bentuk tantangan bagi masyarakat adat.

Namun, kata dia, masyarakat adat berhasil bangkit dan
menegaskan bahwa perjuangan mereka untuk mempertahankan wilayah adat merupakan jalan utama untuk menyelamatkan negara dari ancaman krisis akibat wabah virus corona.

Masyarakat adat menerima bantuan sembako

Sementara itu Ketua BPAN Flores Bagian Timur Adrianus Lawe menambahkan bahwa
pandemi merupakan jawaban atas kegelisahan masyarakat adat.

Dia menyebutkan masyarakat adat yang bertahan di tengah kirisis yang sedang berlangsung adalah
yang masih menjaga keutuhan wilayah adat, dan setia menjalankan nilai-nilai dan praktik
leluhur nenek moyang seperti musyawarah adat, gotong royong, memiliki rasa senasib
sepenanggungan dan memanfaatkan kekayaan titipan leluhur secara bijaksana.

Masyarakat adat beserta wilayah adatnya yang masih bertahan sebagai sentral produksi dan lumbung pangan, kata dia, telah terbukti mampu menyelamatkan warga masyarakat adat, sesama kelompok masyarakat adat bahkan menyelamatkan bangsa dan negara dari ancaman krisis
pangan.

“Masyarakat adat tidak hanya memiliki kemampuan untuk memenuhi pangannya
secara mandiri, tetapi mampu berbagi dengan komunitas-komunitas lain,” ujar dia.

Amdreas Lawe menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat adat

Andreas Lawe, mantan aktifis GMNI Sikka itu
mengharapkan dukungan pemerintah daerah setempat dalam mendorong gerakan kedalautan pangan yang diinisiasi BPAN Flores Bagian Timur.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini