Dana Tanggap Darurat Rp 3 Miliar, Habis “Dibagi-bagi”

0
2328
Dana Tanggap Darurat Rp 3 Miliar, Habis
Fabianus Toa, anggota Komisi 3 (kedua dari kiri)

Maumere-SuaraSikka.com: Dana tanggap darurat tahun 2021 sebesar Rp 3 miliar yang dikelola BPBD Sikka, sudah habis “dibagi-bagi” dalam bentuk pekerjaan fisik proyek.

Data yang dihimpun media ini dari Yanuarius Antonius selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), setidaknya terdapat 9 paket proyek yang sedang dan sudah dikerjakan.

Dari 9 paket proyek tersebut, 5 paket dilaksanakan secara swakelola, sedangkan 4 paket dikerjakan kontraktor pelaksana melalui mekanisme penunjukkan langsung (PL).

Pelaksanaan pekerjaan dengan swakelola yaitu Pembangunan Turap Pengaman Kali Watuliwung senilai Rp 11.265.000, dan Pembangunan Jalan Waiara-Lakakotat Rp 31.320.000.

Lalu, Pembangunan Jalan Bola Hale dengan model penggusuran batu penghalang jalan senilai Rp 32.400.000, Penanggulangan Longsor Ruas Jalan Wolowiro-Nuaria Rp 3.049.000, dan Pembangunan Jalan Patimoa-Arawawo Rp 59.400.000.

Sedangkan 4 paket PL yakni Pembangunan Drainase Pengendalian Banjir Waidoko Rp 981.500.000 oleh CV Jr Permai, dan Pembangunan Turap Pengan Pantai Wairkoja Rp 848.470.000 oleh CV Timur Agung.

Berikut, Pembangunan Turap Pengaman Pantai Geliting Rp 755.833.000 oleh CV Tanti Permai, dan Pembangunan Plat Duiker Ruas Jalan Tanangalu-Woloara Rp 302.473.003.

Pekerjaan 4 proyek tanggap darurat dengan mekanisme PL mendapat sorotan keras dari DPRD Sikka. Fabianus Toa, anggota Komisi 3 Fraksi Partai Gerindra menduga ada indikasi korupsi, kolusi dan nepotisme dalam proses tersebut.

Sebagaimana diketahui, APBD 2021 mengalokasikan anggaran Rp 5,3 miliar pada pos Belanja Tidak Terduga. Dana sebanyak ini diditribusikan untuk 3 kegiatan besar yakni Rp 3 miliar dikelola BPBD Sikka untuk tanggap darurat, Rp 2 miliar dikelola Dinkes Sikka untuk penanganan Covid-19, dan Rp 300 juta untuk penanganan bencana lainnya.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini