“Makan Gaji” dari APBD, Honorer Rongrong DPRD

0
1260
Sejumlah anggota DPRD Sikka mengikuti RDP bersama Bagian Umum Setda Sikka, Senin (12/4)

Maumere-SuaraSikka.com: Marwah lembaga perwakilan rakyat di Kabupaten Sikka dirongrong. Seorang honorer yang “makan gaji” dari APBD, justeru merongrong wibawa DPRD setempat.

Modus yang dilakukan oknum honorer tersebut adalah dengan membuat postingan-postingan di FB, yang kesannya menggiring opini publik untuk merendahkan martabat lembaga DPRD Sikka.

DPRD Sikka pun menyikapi serius perilaku honorer tersebut. Mereka menggelar rapat dengar pendapat (RDP), Senin (12/4), bersama Bagian Umum Setda Sikka, institusi yang membawahi honorer dimaksud.

“Kami bukan anti kritik. Justeru kritik itu hal yang positip. Tapi kritik tanpa basis data, ini yang bahaya. Apalagi dia seorang honorer,” ungkap Ketua Fraksi PAN Philipus Fransiskus saat RDP.

Tidak jauh berbeda, anggota Fraksi PAN Fransiskus Ropi Cinde juga tidak keberatan jika lembaga perwakilan rakyat dikritik.

“Tidak salah dia lakukan kritik. Masalahnya, dia ini salah satu tenaga kontrak, sehingga harus tahu batasannya. Dengan kondisi seperti ini, pemerintah harus berani, mau pecat atau tidak,” tantang Ropi Cinde.

Setidaknya ada dua postingan terakhir yang bikin DPRD Sikka geregetan dengan honorer ini, yakni soal dana siluman dan kapabilitas DPRD Sikka Periode 2019-2024.

“Dia bilang dana siluman itu justeru adalah pokirnya DPRD Sikka. Lalu, selama sejarah DPRD di Sikka, yang paling buruk itu DPRD periode sekarang,” ungkap Sekretaris Fraksi Partai Nasdem Petrus da Silva pada RDP.

Petrus da Silva yang adalah seorang pensiunan birokrat, mengaku menyesal dengan argumentasi yang tidak mendasar dari honorer tersebut.

“Kalau ada nama dia (dalam SK honorer), segera dievaluasi, agar jangan bikin rusak daerah ini,” ketus mantan Kepala DPKAD Sikka itu.

Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem Yosef Nong Soni juga berang dengan ulah honorer tersebut. Dia menyebut orang tersebut hanya menjadi tukang gonggong DPRD.

“Tidak ada kerja dia tuh. Kerjanya hanya mau merusak wibawa lembaga ini. Orang yang dibiayai APBD, lalu merusak wibawa DPRD, pecat saja!” tegas politisi asal Kewapante itu.

Menurut Yosef Nong Soni, orang seperti honorer tersebut tidak layak berada di lingkup pemerintahan.

“Dia hanya mempekeruh hubungan eksekutif dan legislatif,” ungkap Nong Soni.

Kepala Bagian Umum Setda Sikka Bernadus Absalon Parera mengaku tidak terlalu mengikuti dinamika yang terjadi di FB, terkait postingan honorer tersebut.

Dia menjelaskan sejak awal perekrutan, pihaknya sudah mewanti-wanti agar
tidak perlu menggunakan media sosial untuk sesuatu yang bukan menyangkut tugas, pokok, dan fungsi.

Di depan forum RDP, Bernadus Absalon Parera memohon maaf jika ulah bawahannya itu telah mengganggu hubungan antara eksekutif dan legislatif.

“Selesai dari sini saya akan langsung ketemu Pa Sekda, sampaikan hal ini beserta catatan kritis DPRD. Saya akan minta Pa Sekda kasih teguran keras, kalau dia tidak sanggup, ya silahkan mengundurkan diri,” jelas mantan Sekcam Alok itu.

RDP antara DPRD Sikka dan Bagian Umum Setda Sikka dipimpin Wakil Ketua DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri. RDP itu sendiri dengan agenda tenaga kontrak pada Setda Sikka dan model perekrutannya.

Selain Kabag Umum.dan staf, hadir juga Asisten 3 Setda Sikka Robertus Ray.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini