Komnas Perempuan Kembangkan SPPT-PKKTP di Sikka

0
343
Komnas Perempuan Kembangkan SPPT-PKKTP di Sikka
Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani

Maumere-SuaraSikka.com: Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengembangkan Sistem Peradilan Pidana Terpadu Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan (SPPT-PKKTP) di Kabupaten Sikka.

Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani langsung turun ke Maumere bersama dua orang komisioner Theresia Iswarini dan Retty Ratnawati.

Suasana Workshop tentang Konsep SPPT-PKKTP di Hotel Sylvia Maumere, Kamis (23/4)

Mereka menggelar Workshop tentang Konsep SPPT-PKKTP. Kegiatan selama 2 hari, Rabu-Kamis (21-22/4) berlangsung di Lantai 3 Hotel Sylvia Maumere.

Andy Yentriyani menjelaskan Konsep SPPT-PKKTP telah dikembangkan di 5 wilayah yakni Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Maluku, Kepulauan Riau, dan DKI Jakarta.

Propinsi NTT menjadi wilayah keenam pengembangan SPPT-PKKTP, dan Kabupaten Sikka merupakan tempat uji coba pertama di NTT.

Andy Yentriyani menyebut alasan memilih Kabupaten Sikka sebagai daerah pertama di NTT dalam mengembangkan Konsep SPPT-PKKTP.

Alasan dia, karena Sikka merupakan representasi wilayah timur. Selain itu, karena pemerintah daerah setempat sangat kooperatif dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan.

Alasan lain, sebut perempuan kelahiran Pontianak ini, karena eksistensi lembaga layanan yang berasal dari masyarakat atau organisasi pendamping korban yang terus-menerus bekerja secara aktif dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan.

Ketua dan Anggota Komnas Perempuan dan Sekda Sikka pose bersama peserta Workshop Konsep SPPT-PKKTP

SPPT-PKKTP, lanjut dia, merupakan sebuah konsep yang mengintegrasikan mekanisme penanganan korban dengan mekanisme proses pemulihan perempuan korban kekerasan.

Workshop 2 hari melibatkan sejumlah pihak seperti Dinas P2KBP3A Sikka, aparat penegak hukum (APH), serta organisasi masyarakat sipil yang melakukan pendampingan bagi perempuan korban kekerasan.

Pelibatan APH menjadi bagian yang penting sebagai upaya untuk mendukung negara agar mampu melakukan kewajiban konstitusional dalam memenuhi hak azasi perempuan yang berhadapan dengan hukum, terutama perempuan yang menjadi korban kekerasan berbasis gender.

Andy Yentriyani memberikan respek terhadap antusias peserta workshop. Dia menaruh harapan besar kepada Kabupaten Sikka yang diyakininya bisa menjadi model contoh pengembangan SPPT-PKKTP.

Dari hasil workshop, ternyata terungkap konsep semacam SPPT-PKKTP sudah digagas sejak tahun 2016. Namun gaungnya tenggelam dan kemudian mati suri.

Sekda Sikka Adrianus Firminus Pareira mendorong Dinas P2KBP3A Sikka untuk menghidupkan kembali wadah tersebut, sejalan dengan semangat SPPT-PKKTP yang sudah dikembangkan di Kabupaten Sikka.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini