Siswi SMPK Frater Maumere Raih Juara Tiga Duta GenRe Sikka

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 24 April 2021 - 21:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 174 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maria Christina Clara Bela, siswi Kelas VIII SMPK Frater Maumere (foto: istimewa)

Maria Christina Clara Bela, siswi Kelas VIII SMPK Frater Maumere (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Kabar membanggakan bagi SMPK Frater Maumere. Seorang siswi sekolah itu meraih juara ketiga Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Sikka Tahun 2021.

Maria Christina Clara Bela, siswi Kelas VIII SMPK Frater Maumere, tembus ke babak grand final setelah melalui berbagai tahapan lomba yang diikuti ratusan peserta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di babak grand final, hanya ada 10 peserta terbaik. Clara Bela, demikian panggilannya, merupakan satu-satunya perwakilan SMP yang harus bersaing dengan peserta dari tingkat SMA dan Perguruan Tinggi.

Tim Juri Grand Final Pemilihan Duta GenRe melibatkan sejumlah pakar. Secara internal dari Dinas P2KBP3A Sikka seperti Kepala Dinas Maria Bernadina Sada Nenu, bersama Kabid Ketahanan dan
Kesejahteraan Keluarga Agustina M.H Carwayu, dan Kabid  Perlindungan Anak Maria Kriatiani Yosepha.

Lalu dari kalangan akademisi ada Romo Yoris Role Dage serta Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Unipa Maumere Rini Kartini.

Ada juga juri dari pelaku GenRe, yakni Duta GenRe NTT Tahun 2020 Petrasia Depe Gani, Duta GenRe NTT Tahun 2019 Glen Daniel Febrian Ongkio Buol, dan Duta Genre Sikka Tahun 2020 Almendo Darmapan.

Clara Bela pose bersama sejumlah juri (foto: istimewa)

Clara Bela dinobatkan sebagai juara ketiga kategori remaja putri, setelah juara pertama Antonia Maria Gadi Djou dari SMAK Frateran Maumere, dan juara kedua Maria A.F.M. Pedo dari SMAN 1 Maumere.

Meski hanya finis di urutan ketiga, Clara Bela mengaku bersyukur dan senang karena berhasil mendapatkan pencapaian yang membanggakan.

Bagi dia, menjadi pemenang adalah pilihan, namun yang terpenting adalah bagaimana memulai setelah proses tersebut.

Baca Juga :  Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

“Kita adalah anak muda yang memiliki mimpi besar. Untuk itu harus ada yang dilakukan. Kita muda, kita harus bergerak untuk Nian Tana karena kita semua memiliki peran untuk perubahan besar,” ungkap Clara Bela bersemangat.

Clara Bela mengisahkan bagaimana dia harus bersaing dengan 51 peserta di babak penyisihan. Pada babak ini setiap peserta harus mendeskripsikan satu kata tentang remaja.

Remaja yang lahir di Lela 16 Januari 2007 itu, kemudian memilih kata “Tangguh”. Dia tampil percaya diri dan penuh motivasi mendeskripsikan tangguh seturut versinya.

Tangguh, bagi Clara Bela, merupakan modal dan kekuatan yang harus dimiliki para remaja. Para remaja, kata dia, harus tangguh dan mampu membawa diri pada perkembagan zaman termasuk kemajuan teknologi yang akan berdampak pada tumbuh kembang remaja.

Dari karakter tangguh itu, dia meyakini para remaja tidak terjerumus pada pergaulan bebas.

“Remaja harus tumbuh bersama waktu dengan apapun kondisinya, agar remaja menjadi bagian dari cerita generasi milenial. Hidup cuma satu kali, hiduplah dengan berarti dan bermakna bagi sesama,” ungkap putri pasangan Paskalis Fernande Bela dan Theodora Monika Shinta itu.

Prestasi Clara Bela disambut hangat komunitas SMPK Frater Maumere, baik kepala sekolah, guru-guru, maupun rekan-rekan pelajar.

Kepala SMPK Frater Maumere Frater Maria Herman Yoseph, BHK

Kepala SMPK Frater Maumere Frater Maria Herman Yoseph, BHK, memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih Clara Bela. Dia berharap Clara Bela menjadi contoh bagi remaja-remaja di sekolah dan para remaja di Kabupaten Sikka.

Baca Juga :  Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

“Remaja menjadi tumpuan dan harapan bangsa untuk membawa Indonesia menjadi generasi emas di masa yang akan datang. Tumbuhlah menjadi remaja yang tangguh, cerdas dan kreatif dalam perkembangan zaman saat ini,” pesan dia.

Wakasek Kesiswaan SMPK Frater Maumere Polycarpus Pada

Sementara itu Wakasek Kesiswaan Polycarpus Pada juga memberikan apresiasi yang sama. Bagi dia, prestasi ini adalah sebuah momentum, mengingat Clara Bela merupakan pengurus OSIS aktif yang memiliki semangat dan kemampuan dalam berorganisasi.

“Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bersama orang tua dan sekolah,” kata dia.

Polycarpus Pada menambahkan peestasi Clara Bela menjadi pemicu bagi sekolah untuk mempersiapkan diri secara baik pada  kegiatan-kegiatan selanjutnya.

SMPK Frater Maumere mengutus 5 pelajar untuk mengikuti Pemilihan Duta GenRe Sikka Tahun 2021. Hanya Clara Bela yang lolos hingga babak grand final.

Pemilihn Duta GenRe Sikka 2021 itu sendiri diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (P2KBP3A).

GenRe merupakan program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang pendewasaaan usia
Pernikanan sehingga mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, serta menikah

dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

Selain itu GenRe juga merupakan program yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa di kalangan generasi muda.

Hal penting lain dari GenRe, yakni merupakan wadah untuk mengembangkan karater bangsa karena mengajarkan remaja untuk menjauhi pernikahan dini, seks pra nikah dan napsa guna menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi nusa dan bangsa.*** (eny)

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru