Gerindra Usul Batalkan Pinjaman Daerah

0
1308
Gerindra Usul Batalkan Pinjaman Daerah
Ketua Fraksi Partai Gerindra Fransiskus Stephanus Say

Maumere-SuaraSikka.com: Ketua Fraksi Partai Gerindra Fransiskus Stephanus Say mengusulkan Pemkab Sikka membatalkan rencana pinjaman daerah sebesar Rp 216 miliar untuk pemulihan ekonomi.

Stef Say beralasan pembatalan rencana pinjaman karena terdapat perubahan kebijakan mengenai suku bunga pinjaman daerah.

“Awalnya kami sepakat karena tanpa bunga. Nah sekarang ternyata ada bunga. Ini akan menjadi tambahan beban anggaran. Jadi sebaiknya dibatalkan saja,” ujar Ketua Partai Gerindra Kabupaten Sikka itu beberapa hari lalu.

Dia juga menyinggung surat Nomor S-48/PK/2021 tertanggal 6 April 2021, yang ditandatangani Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti.

Surat tersebut dikirim kepada 79 Gubernur/Bupati/Walikota, termasuk Bupati Sikka. Isi surat ini yakni penyampaian kembali Surat Minat dan/atau Surat Permohonan Pinjaman PEN untuk Pemerintah Daerah Tahun 2021.

Surat Minat harus dengan mencantumkan jumlah usulan pinjaman, jangka waktu pinjaman, tingkat suku bunga, beserta lampiran dokumen pendukung sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 179/PMK.07/2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 105/PMK.07/2020 tentang Pengelolaan Pinjaman PEN untuk Pemerintah Daerah.

“Kalau saya baca surat itu, artinya kita baru sampaikan minat. Dan karena ada perubahan PMK maka seluruh kabupaten yang berminat utang diminta lengkapi dokumen. Kalau demikian, yah sebaiknya batalkan saja rencana pinjaman daerah,” papar dia.

Dia menambahkan jika Bupati Sikka memaksakan mengajukan surat minat, dia menyarankan agar jumlah rencana pinjaman dikurangi, dengan memilih prioritas mana yang harus segera dibiayai.

Sebagaimana diketahui Menteri Keuangan telah mengeluarkan Keputusan Nomor 125/KMK.07/2021 tentang Penetapan Tingkat Suku Bunga Pinjaman dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk Pemerintah Daerah dan Subsidi Bunga Pinjaman Daerah dalam rangka mendukung Program PEN Tahun 2021.

Dari keputusan itu terungkap bahwa terdapat perubahan kebijakan tingkat suku bunga Pinjaman PEN Daerah.

Sebelumnya sebesar 0 persen pada tahun 2020, kini menjadi 5,30 persen untuk jangka waktu 3 tahun, 5,68 persen untuk jangka waktu 5 tahun, dan 6,19 persen untuk jangka waktu 8 tahun.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini