Pinjaman Daerah Tanpa Bunga, Hanya Cerita Bualan

0
2094
Pinjaman Daerah Tanpa Bunga, Hanya Cerita Bualan
Kantor Kementerian Keuangan

Maumere-SuaraSikka.com: Pinjaman daerah untuk pemulihan ekononi disebut-sebut tanpa bunga, ternyata hanya cerita bualan saja. Terungkap kabar, ada suku bunga pinjaman dalam beberapa kategori.

Media ini mendapat informasi bahwa Menteri Keuangan telah mengeluarkan Keputusan Nomor 125/KMK.07/2021 tentang Penetapan Tingkat Suku Bunga Pinjaman dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk Pemerintah Daerah dan Subsidi Bunga Pinjaman Daerah dalam rangka mendukung Program PEN Tahun 2021.

Dari keputusan itu terungkap bahwa terdapat perubahan kebijakan tingkat suku bunga Pinjaman PEN Daerah.

Sebelumnya sebesar 0 persen pada tahun 2020, menjadi 5,30 persen untuk jangka waktu 3 tahun, 5,68 persen untuk jangka waktu 5 tahun, dan 6,19 persen untuk jangka waktu 8 tahun.

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti telah menginformasikan perubahan kebijakan kepada 79 Gubernur/Bupati/Walikota melalui surat Nomor S-48/PK/2021 tertanggal 6 April 2021.

Surat tersebut dengan perihal penyampaian kembali Surat Minat dan/atau Surat Permohonan Pinjaman PEN untuk Pemerintah Daerah Tahun 2021.

Tembusan surat ini disampaikan juga kepada Dirut PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) selaku salah satu Special Mission Vehicles (SMV) di bawah Kementerian Keuangan yang bergerak di bidang pembiayaan.

Kabupaten Sikka masuk dalam barisan pemerintah daerah yang mengajukan pinjaman daerah. Dalam daftar Dirjen Perimbangan Keuangan, Kabupaten Sikka berada pada urutan 56.

Berkaitan dengan perubahan kebijakan ini, Dirjen Perimbangan Keuangan berharap Gubernur/Bupati/Walikota dapat menyampaikan kembali Surat Minat dan/atau Surat Permohonan Pinjaman PEN untuk Pemerintah Daerah Tahun 2021 paling lambat pada akhir Mei 2021.

Surat Minat harus dengan mencantumkan jumlah usulan pinjaman, jangka waktu pinjaman, tingkat suku bunga, beserta lampiran dokumen pendukung sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 179/PMK.07/2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 105/PMK.07/2020 tentang Pengelolaan Pinjaman PEN untuk Pemerintah Daerah.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Sikka Paul Prasetyo yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/5), membenarkan ada suku bunga terhadap pinjaman daerah.

“Bunga 6,19 persen untuk 8 tahun. Menurut hitungan, setiap tahun 0,77 persen,” ujar dia.

Pemkab Sikka mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp 216 miliar. Hingga kini Pemkab Sikka masih melengkapi dokumen-dokumen sebagai prasyarat mendapatkan pinjaman.

Terbetik kabar, lobi-lobi pinjaman daerah terus dilakukan, antara lain melalui salah satu orang penting yang berdomisili di Jakarta.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini