Lanal Maumere Tata Kojadoi Jadi Kampung Bahari Nusantara

0
625
Lanal Maumere Tata Kojadoi Jadi Kampung Bahari Nusantara
Kojadoi masa depan dengan model kampung pelangi

Maumere-SuaraSikka.com: Lanal Maumere merencanakan menata Desa Kojadoi di Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka menjadi Kampung Bahari Nusantara (KBN).

Penataan Kojadoi sebagai KBN akan dilaksanakan secepatnya dalam waktu dekat. Lanal Maumere berencana bersinergi dengan berbagai stakeholder antara lain menggandeng pemerintah daerah setempat dan mitra perusahaan.

Komandan Lanal Maumere Kolonel Laut (P) Dwi Yoga

Untuk rencana besar ini, Komandan Lanal Maumere Kolonel Laut (P) Dwi Yoga telah memaparkan rencana garis besar kepada DPRD Sikka, Senin (31/5) melalui rapat dengar pendapat (RDP).

DPRD Sikka memberikan dukungan atas upaya kreatif Lanal Maumere. Ketua DPRD Sikka Donatus David mengapresiasi inisiatif ini. Dia sangat berharap KBN memberikan dampak positip langsung bagi masyarakat di desa itu.

Danlanal Maumere kepada media ini menyampaikan Kojadoi merupakan desa binaan Lanal Maumere. Sesuai instruksi, kata dia, fokus KBN yakni pada desa binaan.

Dwi Yoga yang baru dua bulan bertugas di Kabupaten Sikka menyebut Kojadoi merupakan salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Sikka. Hingga sekarang, kata dia, pengelolaan masih secara tradisionil saja.

“Destinasi sudah ada, tapi belum dikelola dengan baik. Nah, dengan program KBN, didukung semua komponen tentunya kita harap Kojadoi bisa menjadi destinasi penyanggah wisata premium di Labuan Bajo,” terang dia di Gedung DPRD Sikka.

Lanal Maumere telah mendesain sejumlah rencana penataan. Salah satu item destinasi yakni Kampung Pelangi. Sebanyak 128 unit rumah penduduk akan dicat dalam corak warna-warni seperti pelangi.

Selain itu akan dikembangkan juga keramba ikan dan restaurant. Maksudnya agar setiap pengunjung destinasi bisa menangkap ikan segar dari keramba, dan langsung diolah di restaurant.

Rencana permainan flying fox di Kojadoi

Beberapa objek wisata yang sudah ada di desa itu, akan ditata menjadi lebih baik. Seperti pintu masuk pelabuhan, jembatan batu sepanjang 800 meter, dan juga lokasi batu purba.

Dalam desain garis besar, Lanal Maumere juga merencanakan membuat permainan flying fox untuk menambah daya tarik tersendiri, termasuk juga beberapa permainan ketangkasan di tengah laut seperti jetski.

Rencana Sail Flores dari Kojadoi ke Labuan Bajo

Dwi Yoga menjelaskan jika semua rencana terwujud, tujuan akhir yang akan dilakukan yakni menginisiasi Sail Flores dari Kojadoi hingga Labuan Bajo melewati sejumlah destinasi wisata sepanjang utara Flores.

“Rencana ke depan, kalau masyarakat Sikka setuju kita akan bikin Sail Flores dari Kojadoi menuju Labuan Bajo. Itu goal akhirnya,” ungkap dia.

KBN merupakan program internal untuk semua Lanal di Indonesia. Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan 5 klaster khusus terkait KBN yakni pertahanan, ekonomi, edukasi, kesehatan, dan pariwisata.

Di bidang pertahanan, kata dia, masyarakat dapat diberdayakan sebagai komponen pendukung dalam pertahanan negara.

Selanjutnya di bidang ekonomi untuk meningkatkan ekononi masyarakat melalui kegatan pembinaan kelompok masyarakat dan pendampingan.

Objek wisata batu purba di Kojadoi

KBN juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat desa melalui pembentukan rumah pintar sebagai wadah untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi khususnya terkait dengan berbagai kegiatan, pekerjaan dan wawasan tekonologi dan kebangsaan.

Sementara di bidang kesehatan, meningkatkan kesehatan masyarakat desa melalui penyuluhan dan sosialisasi budaya hidup sehat dan peningkatan pelayanan puskesmas/polindes dan peralatan medis, tenaga kesehatan dan obat-obatan dengan melibatkan relawan.

Dan bidang pariwisata menciptakan desa agar dapat dijadikan destinasi pariwisata khususnya wisata bahari dengan cara memelihara dan melestarikan sumber daya alam dan sumber daya buatan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini