Ini Rincian Penghitungan Pengembalian Pinjaman Daerah

0
1390
Ini Rincian Penghitungan Pengembalian Pinjaman Daerah
Ilustrasi

Maumere-SuaraSikka.com: Tim DPRD Sikka yang melakukam konsultasi pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) memperoleh informasi terkait rincian penghitungan pengembalian pinjaman daerah.

Sebagaimana diketahui Pemkab Sikka mengusulkan pinjaman daerah sebesar Rp 216.450.090.000. Masa pinjaman selama 8 tahun, dan baru akan dicicil pada tahun 2023.

Rincian penghitungan pengembalian pinjaman daerah disampaikan Fabianus Toa saat rapat internal DPRD Sikka, Rabu (9/6). Laporan tertulis hasil konsultasi Tim DPRD Sikka setebal 5 halaman.

Fabianus Toa, Ketua Tim Konsultasi Pinjaman Daerah

Di depan forum rapat internal, Fabianus Toa menyampaikan penjelasan Team Leader Relationship Manager PT SMI soal pinjaman daerah beserta rincian penghitungan pengembalian pinjaman daerah.

Team Leader Relationship Manager PT SMI menjelaskan bunga pinjaman 6,19 persen pertahun dari nilai out standing. Lalu biaya pengelolaan sebesar 0,185 persen pertahun dari out standing. Dan biaya provisi sebesar 1 persen dibayarkan satu kali saja.

“Tahun 2021 dikenakan biaya bunga, biaya pengelolaan dan provisi. Tahun 2022 biaya bunga dan biaya pengelolaan. Sejak tahun 2023 selama 6 tahun ke belakang akan dikenakan biaya pengelolaan, bunga plus pokok,” jelas dia.

Dari penjelasan ini, Ketua Fraksi Partai Golkar Maria Angelorum Mayestatis lalu mengkalkulasikan penghitungan tersebut dengan angka realistis.

Dia menyebut bunga pinjaman daerah sebesar Rp 13.398.255.000 per tahun, biaya provisi sebesar Rp 2.164.500.000, dan biaya pengelolaan sebesar Rp 400.432.666,5.

Jika pinjaman daerah direalisasikan, maka untuk tahun 2021 harus dibayar ke PT SMI biaya bunga Rp 13.398.255.000, biaya pengelolaan Rp 400.432.666,5,
dan biaya provisi Rp
Rp 2.164.500.000, atau total Rp
15.963.187.666,5

Lalu pada tahun 2022, Kabupaten Sikka wajib membayar biaya bunga Rp 13.398.255.000 dan biaya pengelolaan Rp 400.432.666,5, atau total Rp 13.798.687.666,5.

Selanjutnya sejak tahun 2023 hingga tahun 2028, Kabupaten Sikka harus menganggarkan setiap tahun biaya pengelolaan Rp 400.432.666,5, biaya bunga Rp 13.398.255.000, dan biaya pokok pinjaman Rp 36.075.015.000 atau total Rp 49.873.702.666,5

Jika diakumulasikan selama 8 tahun, maka untuk pinjaman sebesar Rp 216.450.090.000, Kabupaten Sikka harus mengembalikan sebesar Rp 329.004.091.332.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini