Hibah Tanah ke Lanal Maumere, Nelayan Nangahure Bakal Tersingkir

0
1373
Hibah Tanah ke Lanal Maumere, Nelayan Nangahure Bakal Tersingkir
Anggota Banggar DPRD Sikka Baharudin memberikan pendapat terkait usulan permohonan hibah tanah dari Lanal Maumere, Rabu (16/6)

Maumere-SuaraSikka.com: Nelayan Nangahure di Kelurahan Wuring Kecamatan Alok Barat bakal tersingkir dari habitat, jika hibah tanah kepada Lanal Maumere direalisasikan.

Pendapat ini dikedepankan Baharudin, anggota Badan Anggaran DPRD dari Fraksi Demokrat Sejahtera saat rapat bersama Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera, Rabu (16/6).

“Kali lalu lokasi TPI sudah dihibahkan. Kalau tanah di sekitar itu dihibahkan lagi, hampir pasti masyarakat nelayan tidak punya akses ke laut,” terang dia.

Politisi PKS tersebut menyarankan pemerintah daerah setempat untuk mempertimbangkan kembali usulan permohonan hibah tanah yang diajukan Lanal Maumere.

“Tolong dikaji lagi dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat di sana. Mungkin baiknya cari tempat yang lain,” pinta dia.

Baharudin menggambarkan lokasi tanah yang diminta Lanal Maumere antara lain lapangan sepak bola. Tempat itu, kata dia, merupakan ruang terbuka hijau dengan beragam fungsi.

Sebelah utara lapangan, jelas dia, merupakan pesisir pantai, yang selama ini menjadi tempat berlabuhnya perahu-perahu milik nelayan.

Baharudin menambahkan dia sudah mendapatkan keluhan dan pengaduan masyarakat sekitar yang keberatan jika aset pemerintah daerah yang terletak di Nangahure dihibahkan ke Lanal Maumere.

“Masyarakat sangat keberatan. Dan sekarang mereka resah karena sudah ada aktifitas pengukuran,” tambah dia.

Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera menyampaikan terima kasih atas informasi yang disampaikan Baharudin. Informasi tersebut, jelas dia, melengkapi informasi dari tokoh masyarakat dan tokoh pendidikan di wilayah itu.

“Kami akan kaji lagi, termasuk mempertimbangkam reaksi masyarakat,” jawab Sekda Sikka.

Sebelumnya Komandan Lanal Maumere Kolonel Marinir Totok Nurcahyanto pernah mengajukan hibah tanah kepada Bupati Sikka melalui surat Nomor B/169/X/2020 tertanggal 12 Oktober 2020.

Ada dua bidang aset yang diminta Lanal Maumere. Pertama, tanah seluas 599 meter persegi yang terletak di sebelah jalan gapura Mako Lanal Maumere. Rencananya di tempat itu akan dibangun mess untuk menampung casis.

Kedua, tanah dan bangunan bekas Gedung Dharma Wanita di Nangahure. Di atas tanah seluas 12.700 meter persegi itu rencananya akan dipergunakan untuk membangun kolam renang.

Permohonan hibah tanah ini, menurut Totok Nurcahyanto, karena Lanal Maumere ditetapkan sebagai Panitia Daerah Rekruitmen Putra-Putri Daerah untuk menjadi prajurit TNI-AL di wilayah Flores.

“Fasilitas tanah dan bangunan yang dimiliki Lanal Maumere sangat terbatas,” alasan dia.

Setelah Totok Nurcahyanto pindah tugas dari Maumere, Danlanal Maumere yang baru Kolonel Laut Dwi Yoga kembali mengajukan permohonan hibah tanah kepada Bupati Sikka melalui surat Nomor B/101/V/2021 tertanggal 31 Mei 2021. Surat ini menegaskan kembali surat Danlanal Maumere sebelumnya.

Seorang warga Nangahure, Selasa (15/6), mendatangi DPRD Sikka. Dia berencana mengikuti pembahasan hibah tanah antara Banggar DPRD Sikka dan Pemkab Sikka.

Pria ini termasuk salah satu warga yang keberatan dan menolak hibah tanah kepada Lanal Maumere. Rencananya, kata dia, LPM Wuring akan mengajukan surat keberatan kepada Bupati Sikka.

Hingga saat ini Banggar DPRD Sikka bersama Pemkab Sikka belum melanjutkan pembahasan permohonan hibah tanah dari sejumlah pihak termasuk Lanal Maumere.

Ketua Fraksi Partai Gerindra Fransiskus Stephanus Say yang juga adalah anggota Banggar mengusulkan agar DPRD Sikka membentuk Pansus untuk membahas permohonan hibah tanah.

Data yang dihimpun media ini, terdapat 12 pihak yang mengajukan permohonan hibah tanah.

Dari jumlah itu, 7 pemohon sudah mendapatkan rekomendasi dari Bupati Sikka yakni Kapolres Sikka, KPU Sikka, Dinas Kelautan dan Perikanan, MUI Sikka, Majelis Agama Budha Theravada Indonesia, Polindes Madawat, MIN 2 Sikka, dan MTs Nur Muhammad Pemana. Prosesnya masih menunggu rekomendasi persetujuan DPRD Sikka.

Sementara yang belum mendapat rekomendasi dari Bupati Sikka yakni Lanal Maumere, SMKN 1 Maumere, SMPK Santa Maria Maumere, Yapenrais, dan SMAK Santo Yosep Tana Ai.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini