Fraksi-Fraksi Kutuk Keras Tindakan Represif Tim Gabungan

0
1824
Fraksi-Fraksi Kutuk Keras Tindakan Represif Tim Gabungan
Suasana sidang paripurna di DPRD Sikka, Senin (12/7)

Maumere-SuaraSikka.com: Kasus pemukulan Tim Gabungan terhadap warga Lingkar Luar mendapat perhatian para politisi di Gedung DPRD Sikka. Sejumlah fraksi mengutuk keras tindakan represif yang dilakukan Tim Gabungan.

Fraksi Partai Hanura sangat menyayangkan kejadian tersebut, dan mengutuk keras oknum Tim Gabungan yang melakukan tindakan kekerasan terhadap warga masyarakat.

“Tugas Satgas seharusnya menertibkan, mengimbau, serta mengedukasi masyarakat, bukan dengan kekerasan. Kami meminta agar oknum-oknum tersebut mendapat hukuman yang berat atas tindakan mereka,” tegas Ketua Fraksi Partai Hanura Vincentius Langga.

Ketua Fraksi Partai Golkar Maria Angelorum Mayestatis

Ketua Fraksi Partai Golkar Maria Angelorum Mayestatis mengingatkan Satgas Covid Sikka agar menjalankan tugas penegakkan pelaksanaan protokol kesehatan tidak tebang pilih, dan mengutamakan pemberian edukasi.

“Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang babak belur,” sesal dia.

Ketua Fraksi PKB Yoseph Don Bosko

Fraksi PKB menegaskan Satgas Covid Sikka untuk bekerja secara profesional dengan mengedepankan sisi kemanusiaan.

“Sehingga tidak terlihat ada yang seolah-olah paling benar, padahal keliru dan salah,” tegas Ketua Fraksi PKB Yoseph Don Bosko.

Sementara itu Ketua Fraksi Demokrat Sejahtera Ferdinandus Mboi mengingatkan Bidang Penegakan Hukum dan Pendisiplinan Satgas Covid Sikka agar melakukan upaya-upaya persuasif dan humanis saat berhadapan dengan masyarakat.

“Kami mengecam keras tindakan-tindakam represif dalam upaya penanganan dan pencegahan Covid-19,” tegas politisi Partai Demokrat itu.

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dalam keterangannya menegaskan pelaksanaan penegakkan protokol kesehatan harus sesuai ketentuan dengan mengutamakan edukasi dan pelayanan yang humanis.

Sebelumnya diberitakan seorang warga Lingkar Luar sempat mengalami luka robek pada pelipis kanan. Diduga dia dianiaya Tim Gabungan saat operasi yustisi penegakkan disiplin protokol kesehatan beberapa waktu lalu.

Kasus dugaan penganiayaan ini telah dilaporkan secara resmi kepada Polres Sikka. Anehnya, dalam waktu yang bersamaan Tim Gabungan juga melaporkan korban pemukulan dengan alasan melanggar protokol kesehatan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini