Buntut Mulut Kotor, GMNI Seret Wakil Ketua DPRD Sikka ke Polisi

0
6568
Buntut Mulut Kotor, GMNI Seret Wakil Ketua DPRD Sikka ke Polisi
Ketua GMNI Sikka mendatangi Kantor Polres Sikka, Jumat (10/9)

Maumere-SuaraSikka.com: Mulut kotor Wakil Ketua DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri berbuntut panjang. GMNI Sikka menyeretnya ke Polres Sikka.

Sehari setelah peristiwa itu, Ketua GMNI Sikka Alvinus Ganggung, Jumat (10/9), melaporkan perilaku tidak terpuji Yoseph Karmianto Eri.

“GMNI secara nasional sangat tersinggung dengan pernyataan Wakil Ketua DPRD Sikka. Kami memandang pernyataan tersebut sebagai bentuk pencemaran nama baik,” ujar Alvinus Ganggung di Ruang SPKT Polres Sikka.

Ketua dan Sekretaris GMNI Sikka di Ruang SPKT Polres Sikka

Alvinus Ganggung didampingi Sekretaris GMNI Mario dan beberapa anggota GMNI Sikka diterima oleh Ipda Dedi Siabudin.

Mereka lalu menyampaikan pengadian secara lisan terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Yoseph Karmianto Eri.

Ipda Dedi Siabudin

Ipda Dedi Siabudin kemudian menyampaikan mekanisme dan prosedural laporan kepolisian. GMNI Sikka diminta mengajukan pengaduan secara tertulis.

Karena harus menyampaikan pengaduan secara tertulis, Alvinus Ganggung dan kawan-kawan kemudian kembali ke Sekretariat GMNI Sikka untuk membuat laporan tertulis.

“Kami siapakan dulu laporan tertulis, nanti kami datang lagi ke Polres,” terang Alvinus Ganggung.

Ketua GMNI Sikka diskusi bersama Alumni GMNI untuk membuat pengaduan tertulis

Sebagaimana diberitakan, aksi demonstrasi GMNI Sikka di DPRD Sikka, Kamis (8/9), berujung ricuh. Pemicunya adalah mulut kotor Wakil Ketua DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri. Dia menyebut mahasiswa teriak-teriak seperti babi.

Spontan aktifis GMNI Sikka pun marah. Mereka ramai-ramai menyoraki Yoseph Karmianto Eri, Ketua PKB Sikka yang merupakan lulusan Sarjana Filsafat itu.

Sejumlah aktifis berupaya mendekati tempat di mana Yoseph Karmianto Eri berdiri. Aparat keamanan langsung bertindak cepat mencegahnya guna menghindari bentrok.

Beberapa aktifis melampiaskan kemarahan dengan meneriakkan bahwa mereka yang melancarkan aksi hari itu merupakan manusia, bukan babi seperti yang disampakan Manto Eri.

Manto Eri, mantan aktifis PMKRI Maumere itu menerima peserta aksi dari GMNI Sikka di luar Gedung DPRD Sikka. Dia berdiri di dekat tangga, kemudian beraudiens dengan peserta aksi.

Manto Eri bicara dengan nada tinggi, tampak seperti orang yang sedang emosional. Dia mendikte aktifis GMNI Sikka terkait mekanisme penyampaian pendapat di muka umum.

Terkesan Manto Eri alergi dengan model penyampaian pendapat melalui aksi demonstrasi.

“Serahkan saja pernyataan sikap ke Pimpinan. Dan Pimpinan akan mengundang OPD terkait, hari Senin, GMNI juga bisa datang, kita audiens bersama, cari solusi bersama,” ujar dia dengan nada tinggi.

Suasana masih kondusif. Aktifis GMNI Sikka tetap sabar mendengar penjelasan Manto Eri.

Manto Eri melanjutkan dalam situasi pandemi seperti sekarang ini, yang paling penting adalah pikiran cerdas dan berwibawa. Bagi dia, tidak ada ruang untuk menyalahkan orang lain.

“Solusi adalah jalan terbaik. Silakan sampaikan aspirasi Anda kepada Pimpinan. Kalau kamu teriak-teriak seperti babi,” belum selesai pernyataan Manto Eri, aktifis GMNI Sikka langsung berteriak melawan.

Spontan suasana berubah kacau. Untung saja aparat keamanan yang mengawal aksi ini bisa segera menenangkan aktifis GMNI Sikka.

Puluhan aktifis GMNI Sikka mendatangi DPRD setempat dengan sejumlah persoalan terkait penanganan Covid di Kabupaten Sikka.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini