BLT Dana Desa Gunung Sari Dipotong, Warga Bungkam

0
2692
BLT Dana Desa Gunung Sari Dipotong, Warga Bungkam
Warga masyarakat Desa Gunung Sari saat menghadiri upacara HUT Kemerdekaan RI belum lama ini (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Sejumlah masalah muncul di Desa Gunung Sari Kecamatan Alok. Antara lain terbetik kabar BLT Dana Desa dipotong untuk kepentingan yang tidak jelas. Namun masyarakat memilih bungkam, dan tidak berani berterusterang.

Media ini merekam sejumlah persoalan yang sedang terjadi pada Desa Gunung Sari. Beberapa narasumber yang adalah warga desa itu, mengakui banyak sekali persoalan di desa itu. Namun mereka tidak berani menyampaikan secara terbuka, apalagi jika identitas mereka terpublikasi.

Sikap masyarakat yang memilih bungkam, diduga karena ada ancaman dari oknum-oknum tertentu.

Anggota Fraksi Demokrat Adil Sejahtera Hyginus Claudius yang baru kembali dari Gunung Sari menggambarkan situasi Gunung Sari pada hari-hari terakhir ini.

“Masyarakat di sana ketakutan menyampaikan persoalan di desa. Tidak tahu alasannya apa. Padahal banyak sekali masalah di sana,” ujar politisi PKP Sikka itu, Senin (13/9) malam.

Hyginus Claudius menyampaikan beberapa masalah yang dia dengar dari sejumlah masyarakat. Persoalannya, kata dia, informasi tersebut harus diklarifikasi lagi kepada kepala desa sebagai pemimpin wilayah.

Baco selaku Kepala Desa Gunung Sari masih sulit dihubungi. Beberapa kali dikontak, kepala desa yang tahun depan akan selesai masa jabatannya itu belum merespons.

Dua warga Gunung Sari yang tidak mau disebutkan namanya, Senin (13/9) malam menyampaikan masalah-masalah yang terjadi di desa mereka.

Sejumlah masalah itu antara lain, diduga terjadi pemotongan BLT Dana Desa Tahun 2021. Tahap pertama dipotong sebesar Rp 25 ribu per kepala keluarga, dan tahap kedua dipotong Rp 50 ribu per kepala keluarga. Alasan pemotongan, menurut informasi, untuk pembangunan pos keamanan.

Dugaan terjadinya pemotongan BLT Dana Desa di Gunung Sari sempat diklarifikasi Hyginus Claudius kepada Kepala Dinas Pemerintahan Desa Fitrinita Kristiani saat rapat PPAS TA 2022 di Komisi 1, Selasa (14/9).

Fitrinita Kristiani mengaku telah mendapatkan informasi tentang hal itu. Sebagai pimpinan, dia menunggu laporan resmi dari masyarakat untuk bisa ditindaklanjuti. Identitas masyarakat yang melapor, kata dia, akan dirahasiakan.

“Kalau ada pengaduan, kami akan undang Kepala Desa untuk klarifikasi. Jika dia tidak mengaku, kami lanjutkan ke APIP,” jelas dia.

Fitrinita Kristiani menegaskan tidak dibenarkan BLT Dana Desa dipotong untuk alasan apapun. Tindakan tersebut, kata dia, sudah termasuk pelanggaran pidana.

Kepala Inspektorat Sikka Germanus Goleng mengaku juga sudah mendengarkan sejumlah masalah yang terjadi di Gunung Sari. Dia menunggu laporan pengaduan secara tertulis dari warga masyarakat.

Selain dugaan pemotongan BLT Dana Desa, media ini merekam masih banyak masalah yang terjadi di Gunung Sari.

Data yang dihimpun dari Kantor Kecamatan Alok, penerima BLT Dana Desa di Gunung Sari sebanyak 104 kepala keluarga. Sudah direalisasikan pencairan dua tahap.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini