Layanan Care Center BPJS Kesehatan Meningkat Tajam

0
245
Layanan Care Center BPJS Kesehatan Meningkat Tajam
Grafik layanan Care Center BPJS Kesehatan dalam beberapa tahun

Maumere-SuaraSikka.com: Pelayanan non tatap muka BPJS Kesehatan menjadi solusi alternatif di masa pandemi. Terbukti pelayanan melalui care center meningkat tajam dalam dua tahun terakhir.

Pada tahun 2018 misalnya, care center melayani 1.299.281 peserta. Kemudian meningkat menjadi 1.361.062 peserta pada tahun 2019.

Ketika situasi nasional mengalami pandemi pada tahun 2020, care center BPJS Kesehatan melayani 10.523.876 peserta, dan pada tahun ini meningkat lagi menjadi 13.194.193 peserta.

Kondisi ini digambarkan Asisten Deputi Direksi Bidang Pengelolaan Kinerja Kantor Cabang BPJS Kesehatan Dokter Nyoman Wiwiek Yuliadewi saat memberikan materi Upaya Peningkatan Layanan Program JKN-KIS.

Materi ini disampaikan dalam kegiatan Diskusi Media dan Sosialisasi Pengelolaan Informasi Publik, Kamis (7/10). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kedeputian BPJS Kesehatan Wilayah Bali, NTT dan NTB.

Pelayanan non tatap muka yang disediakan BPJS Kesehatan di antaranya Mobile JKN, Chat Asistant JKN (Chika), Voice Inreractive JKN (Vika), Pandawa dan BPJS Kesehatan Care Center.

Optimalisasi fitur Mobile JKN dapat menciptakan kebiasaan peserta untuk melakukan layanan tanpa tatap muka dengan mudah dan aman.

Optimalisasi sosialisasi pemanfaatan KIS Digital di FKTP maupun FKRTL, perpindahan FKTP pun dapat dilakukan melalui Mobile JKN. Dan masih banyak fitur lainnya yang dapat memudahkan peserta.

Dalam pelayanan Chika di antaranya dapat mengecek status peserta, mengecek tagihan iuran, mengecek lokasi kantor cabang/faskes, panduan layanan, tutorial Mobile JKN, skrining kesehatan dan layanan Pandawa.

Pada layanan Vika, peserta dapat mengakses pelayanan mengecek status peserta dan mengcek tagihan iuran. Selain layanan tersebut, BPJS juga meluncurkan layanan Pandawa.

Melalui  Pandawa, peserta dapat mengakses pelayanan di antaranya pendaftaran baru, penambahan anggota keluarga, pengaktifan kembali kartu, pindah jenis kepesertaan dari PBI/PPU non aktif menjadi peserta PBPU/Mandiri, perubahan/perbaikan data, perubahan FKTP, pengurangan anggota keluarga, perubahan kelas rawat bagi peserta yang belum membayar iuran pertama.

Pada jenis pelayanan yang diberikan melalui layanan BPJS Kesehatan Care Center di antaranya, informasi seputar program JKN, penyampaian pengaduan, perubahan data, konsultasi kesehatan dengan dokter umum, PIPP melalui Media Sosial (Twitter, Facebook dan Instagram), pendaftaran baru, penambahan anggota keluarga, perubahan segmen peserta dan update data bayi baru lahir.

Layanan yang  diluncurkan BPJS Kesehatan ini bertujuan memberikan kemudahan akses layanan serta mengakomodir harapan dan memenuhi kebutuhan peserta maupun para pemangku kepentingan.

BPJS Kesehatan juga baru-baru ini meluncurkan nomor layanan Care Center 165 sebagai upaya peningkatan kualitas layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Pelayanan Care Center 165 untuk mengubah yang sebelumnya 1500400. Penggunaan nomor layanan masyarakat dengan tiga digit akan semakin memudahkan masyarakat dan peserta.

Sementara itu layanan tatap muka yang disediakan BPJS Kesehatan di kantor cabang dan kantor kabupaten/kota di antaranya, pelayanan administrasi untuk segmen peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), PBPU/BP Mandiri Perorangan Kelas 3, PBPU/BP Pemerintah Daerah dan Bukan Pekerja (BP) Pemerintah.

Pelayanan yang disediakan pada pelayanan tatap muka adalah pelayanan pengaduan yang harus segera ditindaklanjuti (hard complain).

Peserta yang sudah datang ke kantor cabang atau kantor kabupaten/kota dimungkinkan dilayani di loket dengan pertimbangan peserta prioritas dan berpotensi hard complain.

Kegiatan Diskusi Media dan Sosialisasi Pengelolaan Program JKN-KIS dihadiri langsung Deputi Direksi Wilayah Bali, NTT dan NTB BPJS Kesehatan Agung Putu Dharma. Tampak hadir juga Asisten Deputi Direksi Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik I Gusti Ngurah Catur Wiguna.

Puluhan wartawan yang bertugas di Bali, NTT, dan NTB mengikuti kegiatan ini secara virtual. Agung Putu Dharma mengapresiasi keterlibatan media dalam menyebarluaskan informasi terkain program JKN-KIS.

Dia memastikan BPJS Kesehatan membutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengawal program JKN-KIS sehingga bisa dilaksanakan secara maksimal agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik demi Indonesia yang lebih sehat.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini