Penantian 19 Tahun, Indonesia Rebut Piala Thomas

0
437
Penantian 19 Tahun, Indonesia Rebut Piala Thomas
Selebrasi Jonatan Christie usai memastikan Indonesia merebut Piala Thomas 2020 (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Indonesia berhasil merebut Piala Thomas setelah penantian selama 19 tahun. Seluruh rakyat negeri ini pun menyambut hangat prestasi gemilang itu.

Tim Beregu Putra Indonesia mengangkat tropi bersejarah itu menyusul kemenangan 3-0 atas Cina yang digelar di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10) malam WIB.

Kemenangan Indonesia disumbangkan oleh tunggal putra pertama Anthony Sinisuka Ginting, ganda putra pertama Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan tunggal putra kedua Jonatan Christie.

Bagi Indonesia, ini merupakan gelar ke-14 sekaligus menjadi yang terbanyak di Piala Thomas, mengungguli China yang baru 10 kali juara.

Seperti diketahui, setelah edisi 2002, Tim Beregu Putra Indonesia tidak pernah lagi meraih gelar juara Piala Thomas.

Pencapaian terbaik Indonesia di Piala Thomas setelah edisi 2002 hanyalah dua kali menjadi runner up pada 2010 dan 2016.

Piala Thomas

Namun, setelah 19 tahun, penantian Indonesia akhirnya terbayar. Indonesia berhasil membawa pulang kembali Piala Thomas ke Tanah Air.

Meski Indonesia menjadi juara Piala Thomas 2020, namun tidak bisa mengibarkan bendera Merah Putih di podium utama.

Alasan Indonesia tidak bisa mengibarkan bendera Merah Putih seusai menjadi juara Piala Thomas menyusul sanksi yang diberikan Badan Antidoping Dunia (WADA).

Hal itu dikarenakan Indonesia dinilai tidak mematuhi program test doping plan (TDP).

Alhasil, Indonesia harus memakai bendera PBSI. Kendati demikian, lagu kebangsaan Indonesia Raya masih bisa dikumandangkan.

Jonatan Christie, penentu kemenangan Indonesia mengaku bangga dengan hasil yang diraih Indonesia.

“Kami persembahkan kemenangan ini untuk keluarga, pelatih, tim pendukung, pengurus PBSI, dan para pecinta bulu tangkis Indonesia,” tuturnya.

Kapten Tim Thomas, Hendra Setiawan, mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekannya yang telah berjuang hingga memboyong Piala Thomas ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Menurut dia, Keberhasilan itu berkat kebersamaan dan kekompakan tim.

“Terima kasih kepada pemain yang telah berjuang. Terima kasih kepada pelatih dan tim pendukung yang telah bekerja kompak hingga kami juara,” kata dia.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo turut merasakan ketegangan serta kegembiraan saat menyaksikan perjuangan Tim Merah Putih.

“Ketegangan menyaksikan keseruan laga final Piala Thomas 2020 malam ini akhirnya berubah jadi kegembiraan begitu Jonatan Christie melompat, mengepalkan tangan, dan berteriak girang di akhir gim ketiga. Indonesia juara!” tulis Jokowi pada akun resmi Instagram-nya.

Presiden Jokowi pun mengucapkan selamat kepada skuad bulu tangkis Indonesia yang telah berhasil mengharumkan nama bangsa di pentas dunia.

“Dari Tanah Air, saya menyampaikan selamat kepada seluruh atlet bulutangkis Indonesia dan para pelatih yang telah berjuang dan mengharumkan nama bangsa di Ceres Arena, Aarhus, Denmark,” demikian Jokowi.

Sebelumnya, tunggal putra Indonesia Jonatan Christie memastikan Merah Putih meraih gelar juara Thomas Cup 2020.

Jonatan menang 21-14, 18-21, 21-14 atas Li Shi Feng dalam drama tiga gim selama 1 jam 21 menit.

Dengan kemenangan Jonatan yang tampil pada partai ketiga, Indonesia dipastikan keluar sebagai juara Piala Thomas 2020 mengalahkan China 3-0.

Anthony Ginting menjadi penyumbang poin pertama bagi Indonesia. Ginting menang dengan skor 18-21, 21-14, 21-16 atas Lu Guang Zu.

Setelah itu, Fajar/Rian yang diturunkan sebagai ganda putra pertama pun sukses mengalahkan pasangan China, He Ji Ting/Zhou Hao Dong dengan skor 21-12, 21-19.

Selebrasi Tim Indonesia

Diremehkan
Sebelum meraih gelar juara, Tim Thomas Indonesia sempat diremehkan. Sebab, tunggal putra dan ganda putra Indonesia tampil kurang meyakinkan saat turun di Piala Sudirman 2021 yang digelar dua minggu sebelum penyelenggaraan Piala Thomas 2020.

Terbukti ketika kalah 2-3 dari Malaysia pada perempatfinal Piala Sudirman 2021, dua poin Indonesia saat itu disumbangkan perwakilan putri, yakni Gregoria Mariska dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Sementara itu, dua wakil putra yakni Anthony Ginting dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya mengalami kekalahan.

Namun, kondisi tersebut dijadikan Tim Indonesia sebagai motivasi untuk meraup hasil maksimal pada Piala Thomas 2020.

Pada Piala Thomas 2020, Indonesia tergabung di Grup A bersama Aljazair, Thailand dan Taiwan.

Laga pertama berlangsung mudah karena Indonesia menghajar Aljazair 5-0. Lima poin Indonesia disumbangkan Jonatan Christie, Shesar Hiren Rhustavito, Chico Aura Dwi Wardoyo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Memasuki laga kedua, kesulitan sempat dihadapi Indonesia. Menghadapi Thailand, Indonesia dua kali tertinggal, tepatnya 0-1 dan 1-2. Beruntung di dua laga terakhir, Indonesia meraih kemenangan via Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Shesar Hiren Rhustavito.

Meski memenangkan dua laga awal, tak ada jaminan Indonesia lolos ke perempatfinal Piala Thomas. Jika kalah 1-4 dari Taiwan di laga terakhir dan di laga lain Thailand menang 5-0 atas Aljazair, Anthony Ginting dan kawan-kawan bakal tersingkir dan gagal lolos ke fase gugur.

Namun, pada akhirnya Indonesia menang 3-2 atas Taiwan. Poin kemenangan Indonesia disumbangkan Anthony Ginting, Jonatan Christie dan Shesar Hiren Rhustavito. Berkat kemenangan ini, Indonesia lolos ke perempatfinal dengan status juara Grup A.

Di perempatfinal, Indonesia dihadapkan dengan Malaysia. Laga ini bak balas dendam karena Indonesia dikalahkan Malaysia di perempatfinal Piala Sudirman 2021.

Pemain-pemain yang tumbang di laga Piala Sudirman, berhasil membalaskan dendam di Piala Thomas 2020. Anthony Ginting mengalahkan Lee Zii Jia, sedangkan Marcus/Kevin menumbangkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Kemenangan Indonesia semakin manis setelah Jonatan Christie mengalahkan Ng Tze Yong. Alhasil, Indonesia menang 3-0 atas Malaysia dan lolos ke semifinal.

Di semifinal, Indonesia bertemu tuan rumah Denmark. Laga ini disebut-sebut final kepagian karena kedua tim memiliki pemain mumpuni. Denmark selaku tuan rumah unggul 1-0 setelah Viktor Axelsen menumbangkan Anthony Ginting.

Namun, di tiga laga setelahnya Indonesia bangkit. Indonesia meraup tiga poin beruntun setelah Marcus/Kevin mengalahkan Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen, Jonatan Christie menumbangkan Anders Antonsen dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mengalahkan Mathias Christiansen/Frederik Sogaard.

Kemenangan ini meloloskan Indonesia ke final ke partai puncak menghadapi China yang di semifinal menumbangkan Jepang 3-1.

Secara komposisi pemain, Indonesia unggul jauh atas China. Benar saja, Indonesia mendominasi dan bawa pulang Piala Thomas 2020.*** (*/eny)

Daftar Juara Piala Thomas

Indonesia: 14 (1958, 1961, 1964, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, 2002, 2020)
China: 10 (1982, 1986, 1988, 1990, 2004, 2006, 2008, 2010, 2012, 2018)
Malaysia: 5 (1949, 1952, 1955, 1967, 1992)
Jepang: 1 (2014)
Denmark: 1 (2016)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini