Langit Biru Hadir di NTT, Pertamina Edukasi Konsumen dengan BBM Berkualitas

0
2985
Langit Biru Hadir di NTT, Pertamina Edukasi Konsumen dengan BBM Berkualitas
Aksi demonstrasi para sopir angkutan kota di Maumere, Senin (18/10)

Maumere-SuaraSikka.com: PT Pertamina (Persero) menginisiasi program bernama Langit Biru untuk mengedukasi konsumen dengan bahan bakar minyak (BBM) berkualitas. Program ini juga hadir di NTT pada 34 SPBU.

Melalui rilis yang diterima dari Pertamina Region Surabaya, dijelaskan bahwa BBM menjadi salah satu kebutuhan primer masyarakat terutama bagi yang memiliki kendaraan bermotor roda dua, roda empat, maupun lebih.

Selain itu, BBM juga menjadi energi penggerak roda perekonomian negara karena dibutuhkan hampir di seluruh sektor.

Sebagai BUMN sekaligus badan usaha penyalur BBM yang ditunjuk pemerintah, Pertamina melalui Sub Holding Commercial & Trading yaitu PT Pertamina Patra Niaga memiliki kewajiban mendistribusikan salah satu bentuk energi tersebut hingga ke pelosok negeri.

Puluhan angkutan kota parkir di Kantor Dinas Perhubungan sebagai sikap protes atas tarif yang belum disesuaikan, Senin (18/10)

Seiring perkembangan teknologi, kebutuhan akan BBM yang berkualitas semakin dibutuhkan agar emisi kendaraan menjadi lebih baik dan kualitas udara menjadi lebih bersih.

Deden Mochammad Idhani selaku Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Wilayah Marketing Region Jatimbalinus menjelaskan Pertamina menjawab tantangan tersebut, salah satunya dengan inisiasi program bernama Langit Biru.

“Program Langit Biru merupakan salah satu bentuk promo sekaligus edukasi kepada konsumen untuk memilih BBM sesuai kebutuhan kendaraan sekaligus membuat udara menjadi lebih bersih. Dalam program ini, Pertamina memberikan potongan terhadap produk pertalite yang disamakan dengan harga produk premium,” ujar dia.

Program Langit Biru juga sejalan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017 mengenai Emisi Gas Buang Kendaraan.

“Dalam aturan tersebut, ditekankan bahwa penggunaan bahan bakar minyak harus sesuai standar emisi gas buang untuk meminimalisir pencemaran udara. Salah satu penekanannya adalah penggunaan BBM dengan angka oktan (RON) minimal 91,” tambah Deden.

Untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, Pertamina Patra Niaga menghadirkan program Langit Biru pada 34 titik SPBU.

“Diharapkan dengan adanya program ini konsumen menjadi lebih paham mengenai pentingnya kesesuaian spesifikasi BBM dengan kendaraan agar mesin menjadi lebih awet, pembakaran lebih sempurna dan udara menjadi lebih bersih,” ungkap Deden.

Para sopir angkot yang melakukan aksi protes kr Kantor Dinas Perhubungan Sikka

Pertamina sebagai lembaga penyalur resmi BBM, akan terus memberikan edukasi kepada konsumen mengenai penggunaan bahan bakar sesuai spesifikasi kendaraan.

Contohnya, saat ini Pertamina memiliki bahan bakar minyak jenis gasoline seperti pertamax yang memiliki kelebihan yaitu formula pertatec (Pertamina Technology), formula zat aditif yang memiliki kemampuan untuk membersihkan endapan kotoran pada mesin sehingga mesin jadi lebih awet, menjaga mesin dari karat serta pemakaian bahan bakar yang lebih efisien.

“Selain itu, Pertamina juga telah memiliki bahan bakar dengan standar Euro 4 yaitu Pertamax Turbo. Selain membuat awet mesin, dengan terpenuhinya standar tersebut artinya bahan bakar Pertamina juga ramah lingkungan”, ujar Deden.

Dia menambahkan pihaknya tidak merekomendasikan konsumen untuk mengisi kendaraan di bawah angka kompresi kebutuhan atau spesifikasi kendaraan.

“Misalkan jika kendaraan dengan kompresi 10:1 yang membutuhkan BBM dengan RON minimal 92 yaitu Pertamax, sebaiknya konsumen tidak mencampur dengan produk yang memiliki RON di bawah itu. Dengan mengisi BBM sesuai kebutuhan, selain menjaga mesin tetap awet pembakaran juga menjadi lebih sempurna sehingga tidak menimbulkan polusi yang dapat mengotori lingkungan,” ujar dia.

Sebagai BUMN, Pertamina senantiasa mendukung program pemerintah untuk memeratakan penyaluran energi seperti BBM dan LPG kepada masyarakat.

Bagi pelanggan dan konsumen yang ingin mendapatkan informasi layanan produk, layanan pesan antar maupun memberikan kritik dan saran, pelanggan setia Pertamina dapat menghubungi Pertamina Call Centre 135.

Sebelumnya, puluhan sopir angkutan kota di Maumere melakukan aksi mogok menyusul “hilangnya” premium dari pasaran dan mereka terpaksa menggantikannya dengan pertalite.

Harga pertalite yang lebih tinggi membuat para sopir angkot menjerit. Sementara pemerintah daerah setempat belum melakukan penyesuaian tarif angkot.

Selain menuntut penyesuaian tarif angkot, para sopir mempertanyakan ketersediaan premium bagi angkutan umum. Buat mereka, dari sisi pendapatan, lebih menguntungkan menggunakan premium jika dibandingkan dengan pertalite.

Ketua Organda Sikka dan Kepala Dishub Sikka bertemu pihak Pertamina Maumere, Senin (18/10)

Ketua Organda Sikka Martinus Wodon bersama Kepala Dinas Perhubungan Sikka Mauritsius Minggo merespons tuntutan ini dengan menemui Kepala Pertamina Depo Maumere.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Bagian Pemasaran Pertamina Maumere menjelaskan bahwa sudah ada kebijakan nasional untuk menggantikan produk dari premium ke pertalite untuk kepentingan ramah lingkungan.

Sebagaimana program Langit Biru, para sopir angkot di Maumere bisa mendapatkan pertalite dengan harga yang lebih murah yakni Rp 6.450 di di SPBU Paga dan SPBU Lingkar Luar.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini