Pertalite Naik Harga, Tarif Angkot Tidak Berubah, Sopir Protes ke Dishub

0
680
Puluhan angkutan kota parkir di Kantor Dinas Perhubungan sebagai sikap protes atas tarif yang belum disesuaikan, Senin (18/10)

Maumere-SuaraSikka.com: Pertalite sudah naik harga, tapi tarif angkutan kota (angkot) tidak berubah alias belum ada penyesuaian. Kondisi ini memaksa puluhan sopir angkutan kota melakukan protes ke Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka.

Aksi protes berlangsung Senin (18/10). Para sopir angkot Jalur 5 Maumere-Nangahure memarkirkan kendaraan mereka di halaman kantor tersebut.

Kurang lebih 15 angkot sengaja diparkirkan sejak pukul 10.00 Wita. Sopir dan kondektur tampak santai saja di sekitar Kantor Dinas Perhubungan Sikka.

Ketua Organda Sikka Martinus Wodon menemui Kepala Dinas Perhubungan Sikka

Sementara itu Ketua Organda Sikka Martinus Wodon didampingi Bendahara Organda Ketut An menemui Kepala Dinas Perhubungan Mauritsius Minggo.

Para sopir sengaja tidak melayani penumpang setelah membeli pertalite dengan harga yang mahal. Mereka kaget dengan perubahan harga yang terkesan mendadak.

“Selama ini kami beli pertalite dengan harga Rp 6.800, tapi hari ini (kemarin, Red) harga sudah berubah menjadi Rp 7.250,” ungkap salah satu sopir angkot.

Para sopir mengaku kenaikan harga pertalite semakin mempersulit pendapatan mereka. Sementara premium yang harganya lebih rendah justeru sudah hilang dari pasaran.

Sebenarnya para sopir berkeinginan menaikkan tarif angkot secara sepihak. Namun mereka sadar tindakan tersebut bisa dianggap sebagai pungutan liar.

Martin Wodon memberikan penjelasan kepada para sopir angkot

“Makanya teman-teman datang ke Dishub, kami fasilitasi, untuk membangun komunikasi positip bersama pemerintah,” jelas Martin Wodon.

Para sopir mendesak tarif angkot dinaikkan. Dengan tarif yang sekarang yakni anak sekolah Rp 3.000 dan dewasa Rp 5.000, mereka mengaku penghasilan yang diterima kecil sekali, bahkan minus.

“Setiap hari harus setor Rp 150.000. Pendapatan kami pas untuk setoran dan bahan bakar. Kami tidak dapat apa-apa,” sambung seorang sopir.

Selain tarif yang belum disesuaikan, sopir Jalur 5 juga keberatan dengan tarif sekarang yang berlaku tidak adil. Pasalnya angkot dengan jarak tempuh yang lebih pendek seperti Maumere-Geliting, hanya 7 kilometer, tarifnya berlaku sama dengan Maumere-Nangahure yang berjarak 14 kilometer.

Kepala Dinas Perhubungan Sikka Mauritsius Minggo menyampaikan bahwa tarif kendaraan berdasarkan keputusan Gubernur NTT.

Untuk itu, kata dia, pihaknya harus menyampaikan keluhan para sopir kepada Gubernur melalui Dinas Perhubungan NTT.

Para sopir angkot yang melakukan aksi protes kr Kantor Dinas Perhubungan Sikka

Mauritsius Minggo menyarankan agar para sopir tetap melayani jasa penumpang dengan tarif yang sedang berlaku, sambil pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan NTT.

Langkah awal yang dilakukan Dinas Perhubungan Sikka dan Organda Sikka yakni bertemu Kepala Depo Pertamina Maumere untuk menanyakan ketersediaan premiun bagi angkot.

Pertemuan tiga pihak ini sudah dilaksanakan kemarin di Kantor Depo Pertamina Maumere. Bagaimana hasilnya belum diketahui.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini