PAD Sikka Baru Capai 34,31 Persen

0
611
PAD Sikka Baru Capai 34,31 Persen
Kantor Badan Pendapatan Daerah Sikka

Maumere-SuaraSikka.com; Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sikka untuk tahun 2021, terbilang masih sangat rendah. Hingga 30 September tahun ini baru mencapai Rp 36.351.644.980,02 atau setara 34,31 persen.

Padahal untuk tahun 2021 ini, PAD Sikka direncanakan sebesar Rp 105.958.406.152. Dalam perkembangannya, sebagaimana penjelasan Bupati Sikka pada Pidato Pengantar Rancangan Perubahan KUA dan PPAS Tahun 2021, Senin (18/10), terjadi perubahan pagu PAD, diabggarkan sebesar Rp 106.413.053.089, atau bertambah sebesar Rp 454.646.937 atau naik 0,43 persen.

Fraksi-Fraksi di DPRD Sikka meragukan kemampuan pemerintah daerah setempat bisa menembus target PAD. Alasannya karena waktu hanya tinggal 2 bulan lebih saja.

Terhadap kondisi buruk ini Fraksi Partai Nasdem mendorong semua organisasi perangkat daerah pengelola PAD untuk segera melakukan terobosan dan inovasi dalam upaya pencapaian target-target pendapatan.

Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem Yoseph Nong Soni

Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem Yoseph Nong Soni juga menyarankan agar pemerintah daerah menerapkan prinsip efisiensi demi terwujudnya efektifitas pelaksanaan berbagai program dan kegiatan sehingga dapat bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Ketua Fraksi Partai Golkar Maria Angelorum Mayestatis

Rendahnya penerimaan PAD tahun ini, membuat Ketua Fraksi Partai Golkar Maria Angelorum Mayestatis menilai pemerintah daerah tidak serius mengurus PAD. Penilaian lain bahwa Fraksi Partai Golkar menangkap kesan pemerintah daerah mengabaikan rekomendasi fraksi sejak tahun lalu. Padahal, Fraksi Partai Golkar selalu mendorong pemerintah untuk menaikkan PAD di berbagai sektor.

“Pemerintah harus berani dan inovatif serta harus membuat terobosan baru dengan langkah-langkah strategis, mengingat banyak ruang dan potensi yang kita miliki namun belum dikelola secara maksimal,” tegas Mayestatis, Kamis (21/10).

Dia menambahkan, dengan pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur, sejatinya peningkatan PAD adalah mutlak harus dilaksanakan demi meminimalisir keadaan yang sudah sangat terasa sekarang.

Terhadap perubahan pagu PAD yang mengalami kenaikan, Fraksi Partai Golkar memberikan apresiasi sekaligus menyangsikan proyeksi perubahan pagu tersebut, mengingat waktu yang tersisa hanya 2 bulan lebih, sementara prosentasi kekurangan target yang harus direalisasikan sebesar 65,69 persen.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini