Tamparan Keras PKB: Roma Datang Semua Berantakan

0
4225
Tamparan Keras PKB: Roma Datang Semua Berantakan
Bupati dan Wakil Bupati Sikka

Maumere-SuaraSikka.com: PKB menampar keras kepemimpinan Bupati Fransiskus Roberto Diogo dan Wakil Bupati Sikka Romanus Woga yang dikenal dengan tagline Roma.

Fraksi PKB sebagai perpanjangan tangan PKB mengubah slogan Roma, Lacuta Causa Vinita yang artinya Roma Datang Semua Selesai, menjadi Roma Datang Semua Berantakan.

Kritikan terbesar Fraksi PKB ini menyusul fakta terjadinya selisih kurang pembiayaan anggaran (Sikpa) tahun 2021 sebesar Rp 11.179.812.497,76.

Ihwal krisis anggaran itu diuraikan Bupati Sikka pada Pidato Pengantar Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Tahun 2021.

Bupati Sikka menjelaskan perubahan penerimaan pembiayaan daerah dianggarkan sebesar Rp 255.632.807.036,29. Sementara perubahan pengeluaran biaya daerah dianggarkan sebesar Rp 13.062.619.534,05. Selisih penerimaam pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan menghasilkan pembiayaan netto sebesar Rp 242.570.187.502,24.

“Dengan defisit APBD 2021 sebesar Rp 253.750.000.000, maka nilai pembiayaan netto tidak dapat membiayai defisit, atau menghasilkan Silpa Tahun Berkenan bernilai negatip sebesar Rp 11.179.812.497,76,” jelas Bupati Sikka.

Silpa negatip ini, atau selisih kurang pembiayaan anggaran memicu PKB beraksi keras terhadap Roma.

Fraksi PKB menyebut kondisi ini merupakan sejarah buruk yang dibuat pemerintahan Roma dalam proses perencanaan anggaran.

“Slogan Roma, Lacuta Causa Vinita, Roma datang semua selesai, jangan sampai berubah di mata publik menjadi Roma datang semua berantakan,” tegas Ketua Fraksi PKB Yoseph Don Bosko.

Dengan kondisi dan fakta yang terjadi, Fraksi PKB mengingatkan Roby Idong dan Romanus Woga untuk kembali melihat visi miai sejak awal yakni pemenuhan hak-hak dasar masyarakat Kabupaten Sikka melalui sistem perencanaan anggaran yang baik dan akuntabel.

“Mungkin pernyataan ini sakit di hati Roby Idong dan Romanus Woga, namun sebagai salah satu partai pendukung yang melahirkan kepemimpinan Roma, kami wajib memberikan kritik yang menusuk hati, demi kebaikan kepemimpinan Roma pada sisa waktu 2 tahun ini,” ungkap Yoseph Don Bosko.

Perencanaan anggaran yang tidak terukur, diduga kuat menjadi faktor pemicu defisit anggaran negatip. (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini