Misteri Penghubung Jadi Tersangka Proyek Trafo, Apa Peran PL?

0
2346

Maumere-SuaraSikka.com: Penyidik Kejaksaan Negeri Sikka menetapkan PL sebagai salah satu tersangka proyek Pengadaan Trafo. Statusnya disebut sebagai penghubung. Fakta ini melahirkan pertanyaan misteri, sejauh mana peran dan keterlibatan PL.

Pengamat hukum Marianus Gaharpung menilai penetapan seorang penghubung menjadi tersangka, membuktikan begitu hebatnya modus operandi dalam merampok uang rakyat. Apalagi kerugian negara akibat dugaan tindak pindana korupsi mencapai Rp 800 juta lebih.

Dia mengatakan dalam proses pengadaan barang dan jasa, sesungguhnya tidak dikenal sebutan penghubung. Terminologi penghubung, kata dia, sama artinya dengan makelar dalam dunia hukum dagang.

“Di dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
tidak dikenal istilah penghubung proyek,” tegas dia.

Ketika Penyidik Kejari Sikka menetapkan PL sebagai tersangka dengan status penghubung, Marianus Gaharpung menduga kuat adanya pihak lain di balik kasus ini yang telah melakukan penyalahgunaan wewenang. Dugaan dia mengarah kepada oknum pejabat.

“Pertanyaannya, siapa pejabat di Kabupaten Sikka yang memberikan peran kepada PL sebagai penghubung atas pengadaan trafo yang akhirnya diduga merugikan Rp 800 juta lebih? Ini yang masih misterius,” kata dia.

Dia mengatakan AD selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), perannya tidak lebih dari pelaksana administrasi dan pengawasan di lapangan. AD bukan sebagai pejabat yang punya kapasitas penuh sebagai pengambil keputusan.

“Itu artinya ada oknum pejabat yang memiliki kewenangan penuh untuk menentukan proyek pengadaan trafo ini diberikan kepada PL sebagai penghubung,” analisa dia.

Berangkat dari analisis ini, tambah dia, logika hukumnya, tidak mungkin PL berani dan nekad berperan sebagai penghubung. Demikian pun tidak mungkin AD dan menyalagunakan uang negara.

Dia menduga kuat PL telah melakukan deal-deal terselubung dengan oknum pejabat di Kabupaten Sikka.

Bisa jadi, duga dia, PL sudah terlebih dulu mengeluarkan uang pribadi kepada oknum pejabat yang masih misterius tersebut. Pada saat ingin menarik kembali uangnya, PL nekad melakukan tindakan yang menimbulkan kerugian negara.

“Mengapa kami katakan demikian, sebab timbulnya korupsi karena adanya tindakan melawan hukum atau penyalagunaan wewenang yang menguntungkan PL sebagai penghubung dan menguntungkan oknum pejabat di Kabupaten Sikka,” ujar dia.

Dengan demikian, hemat dia, Penyidik Kejari Sikka sudah dengan tepat menetapkan PL sebagai tersangka, apalagi telah memenuhi 2 alat bukti. Publik menunggu keseriusan Penyidik Kejari Sikka secara profesional mengungkap siapa-siapa oknum pejabat di Kabupaten Sikka yang juateru berperan sangat besar sehingga negara mengalami kerugian Rp lebih dari Rp 800 juta.

“Jika hanya AD dan PL yang jadi tersangka, itu artinya pemberantasan korupsi pengadaan trafo belum kena sasaran,” tegas dia.

Marianus Gaharpung meyakini sekali Penyidik Kejari Sikka mampu membongkar konspirasi kejahatan ini yang sedang terjadi di daerah ini. Karena itu dia menduga kuat akan ada lagi tersangka baru yakni oknum pejabat di Kabupaten Sikka.

Dosen hukum pada Universitas Surabaya ini juga mendorong AD dan PL untuk terus kooperatif memberikan keterangan secara jujur, sehingga bisa menjerat pelaku-pelaku korupsi lainnya yang telah mengakibatkan kerugian negara.

Kepada warga masyarakat Kabupaten Sikka, Marianus Gaharpung menyarankan agar memberikan dukungan penuh atas kinerja Kejari Sikka, sambil mengawasi dan terus mengawal proses hukum yang sementara ini masih dalam pengembangan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini