Dalam kesempatan tersebut Toni Toharudin juga menyampaikan bahwa PTS di LLDikti Wilayah III dengan akreditasi unggul baru 24 PTS dari total 261 PTS. Pertambahan PTS Unggul akan semakin berat dalam bersaing.
Sementara Rektor Universitas Budi Luhur Agus Setyo Budi dalam sambutannya mengatakan semua proses yang dilalui Prudensius Maring tidak mengingkari hasil sehingga perolehan Guru Besar ke depannya, Universitas Budi Luhur makin mempunyai peluru untuk menarik Doktor dan Lektor Kepala untuk menjadi Guru Besar.
“Ke depan, kompetisi di antara PTS terlebih di LLDikti III dengan beralihnya PTN yang berubah status menjadi PTN BHM dan ada 7 PTN. Jika UBL tidak menjaga kualitas maka akan tergelincir. Mudah-mudahan 1-2 tahun ke depan penambahan Guru Besar di UBL semakin banyak,” harap dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Role Model
Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro mengaku bahagia ikut menghadiri pengukuhan Guru Besar ini.
“Orang Timur, rasa Jawa. Kita tidak usah jauh-jauh mencari role model. Ada orang dari kampung yang jauh menjadi Guru Besar. Prof Prudensius menjadi role model bagi UBL,” ungkap Kasih Hanggoro.
Lebih lanjut Kasih Hanggoro menandaskan bahwa penelitian, kolaborasi, merupakan salah satu kesuksesan untuk menempuh jalan tengah. Kolaborasi, kata dia, menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












