Menurut mereka dari hari ke hari pendapatan pedagang Pasar Alok cenderung menurun, dan tidak sesuai harapan. Mereka terancam merugi dan bangkrut, termasuk tidak bisa mencicil pinjaman untuk modal usaha.
Maria, seorang pedagang, dengan terus terang menyebut rendahnya kunjungan konsumen ke Pasar Alok sebagai faktor utama rendahnya pendapatan. Menurut dia, kunjungan rendah diakibatkan oleh tingginya retribusi melalui portal digital.
Biaya masuk Pasar Alok saat ini untuk kendaraan roda 2 sebesar Rp 2.000, kendaraan roda 4 sebesar Rp 4.000, dan roda 4 ke atas sebesar Rp 6.000.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Diketahui aktifitas portal digital Pasar Alok dimulai pukul 03.00 Wita hingga 23.00 Wita. Kunjungan ramai di Pasar Alok hanya beberapa jam, dari pukul 06.00 Wita hingga 09.00 Wita. Selebihnya Pasar Alok menjadi sepi.

Dari pertemuan dengan Penjabat Bupati Sikka, para pedagang mengeluhkan banyak persoalan. Selain tarif masuk yang tinggi, pedagang juga mengeluh fasilitas serta sarana dan prasarana, masalah keamanan karena rentan kasus pencurian, hingga biaya sewa los.
Penjabat Bupati Sikka Adrianus Firminus Parera menyebut terdapat tiga masalah utama yang dipersoalkan para pedagang. Tiga masalah tersebut yakni penertiban Pasar Wuring, perbaikan sarana dan prasarana, dan keberadaan portal digital.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












