


Maumere-SuaraSikka.com: Sebuah kebijakan berciri nasionalisme diterapkan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Santa Elisabeth. Lembaga pendidikan milik Keuskupan Maumere itu membolehkan mahasiswa Muslim menggunakan hijab selama mengikuti kegiatan perkuliahan.
Hijab dalam Bahasa Arab, sebagaimana dikutip dari Wikipedia, adalah kerudung yang dipakai banyak wanita beragama Islam. Meskipun terdapat banyak macam penutup kepala, hijab biasanya merujuk kepada kain yang dikenakan di sekitar kepala dan leher perempuan, yang menutup rambut namun tidak menutup wajah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebijakan ini memberi ruang yang luas kepada pelajar peminat bidang kesehatan untuk melanjutkan studi di Stikes Santa Elisabeth. Alhasil, setidaknya terdapat 8 mahasiswa Muslim yang kuliah di Stikes Santa Elisabeth untuk angkatan pertama.

Imas Yunajiah, mahasiswa D3 Keperawatan menyatakan salut atas kebijakan Stikes Santa Elisabeth. Kebijakan tersebut memantapkan dia menetapkan pilihan kuliah di Stikes Santa Elisabeth karena tidak perlu melepaskan hijab saat kuliah.
Menurut Imas Yunajiah kebijakan boleh mengenakan hijab mendapat respon positip dari komunitas kampus. Dia merasa nyaman sekali menggunakan hijab di dalam kampus berlatarbelakang Katolik itu karena diterima secara baik oleh lingkup pendidik dan mahasiswa.
“Nyaman sekali karena di sini toleransi sangat tinggi,” ungkap Imas Yunajiah di Kampus Stikes Santa Elisabeth, Sabtu (15/2).
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












