Gadis berusia 19 tahun asal Desa Parumaan Kecamatan Alok Timur ini memilih kuliah di Stikes Santa Elisabeth untuk mewujudkan impiannya menjadi seorang perawat. Cita-cita ini telah tumbuh sejak dia masih duduk di bangku SMAN 1 Talibura.
Penerima beasiswa KIP Kuliah Aspirasi ini mengaku punya keinginan besar menolong sesama yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Karena itulah dia mengambil studi keperawatan untuk merealisasikan impiannya.
Direktris Stikes Santa Elisabeth Maria Kornelia Ringgi Kuwa menyebut sekolah yang dipimpinnya mengedepankan prinsip pendidikan nasionalis karena lembaga pendidikan tersebut terbuka untuk semua kalangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menyambut baik niat para pelajar dari kalangan Muslim yang memilih Stikes Santa Elisabeth sebagai tempat belajar. Harapannya, agar lembaga pendidikan yang dipimpinnya bisa menjadi referensi ilmu pengetahuan bagi semua mahasiswa.
Sebagaimana diketahui, Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere merupakan hasil pengalihan status dari Akademi Keperawatan (Akper) Santa Elisabeth Lela yang sebelumnya didirikan di Lela pada tahun 2010.
Perubahan status ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nomor 525/E/O/2024 tentang Izin Perubahan Bentuk Akademi Keperawatan Santa Elisabeth Lela Propinsi Nusa Tenggara Timur menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Keuskupan Maumere di Kabupaten Sikka Propinsi Nusa Tenggara Timur.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












