Prabowo Ungkit Kelompok Tidak Mau Diajak Kerja Sama, PDIP Buka Suara

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 10 April 2026 - 18:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 228 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira

Maumere-SuaraSikka.com: Presiden Prabowo Subianto menyinggung kelompok yang tidak mau bekerja sama. Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira bingung Prabowo masih merasa kekurangan pihak yang mau diajak bekerja sama.

“Selama ini Pak Prabowo bangga terpilih dengan lebih dari 50 persen suara dukungan, didukung oleh hampir semua parpol di kabinet, di jajaran Eselon 1 birokrasi terkonsolidasi bahkan sampai komisaris di berbagai BUMN adalah para pendukung Pa Prabowo. Artinya, banyak orang yang mau bekerja sama, lantas apa kurangnya?” tanya Andreas sebagaimana dikutip dari detiknews, Kamis (9/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Andreas Hugo Pareira lalu menyinggung pihak yang kerap mengkritik pemerintah. Menurutnya, kritik adalah hal yang lumrah disampaikan.

“Kalau ada yang mengkritik tentu hal yang sangat lumrah di negara demokrasi. Mengapa Pa Prabowo kuatir kalau ada yang mengkritik? Saya kira hal yang sangat wajar dalam dinamika hidup bernegara,” ujar politisi asal Kabupaten Sikka Propinsi NTT itu.

Politisi yang familiar dengan panggilan AHP itu pun berharap Presiden Prabowo memandang kritik sebagai pemacu dalam melakukan pembangunan. Dia menilai Presiden Prabowo seharusnya kuatir dengan pihak yang suka memuji dan menyampaikan hal positif yang tidak sesuai realitas.

“Sebaiknya jadikanlah kritik-kritik sebagai pemicu dan akselerasi pembangunan. Sebagai orang yang berkuasa, menurut saya, Pa Prabowo seharusnya lebih kuatir terhadap orang-orang yang hanya memuji dan menyampaikan informasi yang baik-baik saja, yang tidak sesuai situasi riil di lapangan,” ujar Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu.

Berita Terkait

Agnes Aditya Rahajeng asal Banten Raih Puteri Indonesia 2026
Puluhan Bupati Jadi Dalang Korupsi, Bukti Ketamakan Akut Pejabat
Mahfud MD Nilai Pernyataan Saiful Mujani Jatuhkan Prabowo Bukan Makar
Benarkah Bayi WNI Otomatis Jadi Peserta Aktif BPJS? Simak Penjelasannya!
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia
Istana Pastikan Tidak Ada Kenaikan Harga BBM Subsidi dan Nonsubsidi pada 1 April 2026
PDI Perjuangan Soroti Wacana Potong Gaji Pejabat, Minta Pemerintah Benahi Anggaran K/L
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Bagaimana Peluang Indonesia?
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:52 WITA

Bupati Sikka Launching E-Retribusi Parkir, Dorong Transparansi PAD

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:48 WITA

Dukung KBM di SMP Negeri 048 Sa Ate Gaikiu Tanawawo, Polres Sikka Distribusi Meubeler

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:39 WITA

70 Pendaftar Pertama di SMPK Santo Yohanes Nele Bebas Uang Sekolah 2 Bulan, Ada Juga Beasiswa dan Banyak Kemudahan Lain

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:32 WITA

Operasi Narkotika di Maumere, Tim Polda NTT Diduga Salah Tangkap, Gula Halus Dikira Sabu

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:13 WITA

Sedia Payung Sebelum Hujan, Sedia JKN Sebelum Sakit

Senin, 4 Mei 2026 - 18:23 WITA

Aklamasi buat Us Bapa,  Pimpin Lagi Golkar Sikka

Senin, 4 Mei 2026 - 09:10 WITA

Seruan Camat Tanawawo di Sikka: Budayakan Membaca 30 Menit Setiap Hari

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:14 WITA

Gaji PPPK Paruh Waktu di Sikka, Ketua DPRD Desak Segera Bikin Telaahan, Bupati Mengaku Belum Dapat Angka Pasti

Berita Terbaru

Fransisco Soarez Pati

Opini

China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial

Senin, 11 Mei 2026 - 20:15 WITA

Defri Ngo

Opini

Arogansi Kekuasaan dan Matinya Ruang Dialog di Ende

Senin, 11 Mei 2026 - 19:28 WITA