




Maumere-SuaraSikka.com: Kondisi Kabupaten Sikka saat ini di bawah kepemimpinan Bupati Juventus Prima Yoris Kago dan Wakil Bupati Simon Subandi Supriadi memicu beragam pendapat pro kontra. Konflik pendapat antara lain muncul dari 2 mahasiswa Unipa Maumere.
Perbedaan pendapat antara Alfianus Pilatus dan Asmiyanti Bhanda menyeruak saat kegiatan Evaluasi Penguatan Program dan Kelembagaan MPR RI yang berlangsung di Aula Kantor Partai Golkar Sikka, Selasa (7/7). Kegiatan itu sendiri diinisiasi oleh Badan Penganggaran MPR RI melalui Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng yang bekerjasama dengan AMPI Kabupaten Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Alfianus Pilatus, mahasiswa Semester 4 Unipa Maumere mengaku prihatin dengan kondisi Kabupaten Sikka saat ini. Dia menukik janji-janji politik yang digaungkan Juventus Prima Yoris Kago dan Simon Subandi Supriadi pada masa kampanye Pilkada 2024 lalu.

“Kita lihat sendiri, masyarakat cukup menangis, sedih, dengan janji-janji kampanye,” sentil dia.
Dia menukik pada program 1 KK Miskin Ekstrim 1 Sarjana. Bagi dia, hingga sekarang program ini tidak dijalankan dan belum dirasakan oleh masyarakat miskin ekstrim. Dia meragukan implementasi program tersebut.
Alfianus Pilatus tidak sekedar berdiplomasi. Dia memberikan contoh kasus ketika mengikuti KKN pada tahun lalu. Mahasiswa yang melaksanakan KKN diberi tugas antara lain mendata KK miskin ekstrim. Setelah mendapatkan data dan memberikan kepada pemerintah, ternyata data tersebut sama sekali tidak direalisasikan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












