Usai Lebaran, ternyata tidak ada tanda-tanda. Sementara kehadiran dokter anastesi yang bertugas tetap dan jangka panjang terus menjadi tuntutan. Kasus kematian ibu dan anak di Puskesmas Hewoklang dan Puskesmas Beru kian memperparah.
Menyusul kematian ibu dan anak yang terus beruntun, memicu Pemkab Sikka lebih serius fokus pada kehadiran dokter anastesi yang permanen. Selesai rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Sikka, Jumat (11/4), Kadis Kesehatan Sikka Petrus Herlemus melakukan langkah cepat menemui manajemen RSU Santo Gabriel Kewapante.
Melalui keterangan kepada wartawan, Sabtu (12/4), Petrus Herlemus membeberkan skenario Pemkab Sikka mendatangkan dokter anastesi ke RSUD TC Hillers Maumere. Setidaknya terdapat 3 skenario yang kontinyu dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertama, skenario jangka pendek yakni meminjam dokter anastesi yang tengah bertugas di RSU Santo Gabriel Kewapante. Skenario ini berjalan baik, karena terhitung Sabtu (12/1) Dokter Fahrul Tamzil resmi bertugas di RSUD TC Hillers Maumere dalam status pinjaman.
Kedua, skenario jangka pendek lainnya yakni terus membangun komunikasi dengan 2 dokter anastesi asal Kabupaten Sikka yang sebelumnya mengundurkan diri dan tidak mau memperpanjang kontrak.
Petrus Herlemus mengaku telah menemui 2 dokter anastesi dimaksud. Menurut dia, dari komunikasi yang terjadi prinsipnya 2 dokter tersebut masih bersedia mengabdi di RSUD TC Hillers Maumere.
“Mereka masih mau di RSUD TC Hillers, ini mungkin soal timing saja yang belum tepat. Saya yakin dan percaya putra daerah masih punya hati,” ungkap Petrus Herlemus.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












