Dia merasakan betul keikutsertaannya dalam Program JKN sangat membantu. Tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitarnya. Kemudahan akses layanan kesehatan yang sangat dirasakannya.
“Saya sudah lama terdaftar sebagai peserta JKN. Yang paling berkesan tentu saat melahirkan, karena semua biaya ditanggung. Sekarang saya ke Kantor BPJS Kesehatan untuk membantu adik kandung saya yang sedang hamil besar, mengurus perpindahan fasilitas kesehatan dari Puskesmas Lekebai ke Puskesmas Wolofeo yang lebih dekat dengan rumah,” ujar Anas.
Anas juga menceritakan pengalamannya ketika sakit. Dia mengaku mendapatkan pelayanan pengobatan tanpa dikenakan biaya. Menurutnya, banyak warga di sekitarnya juga merasakan hal manfaar yang sama dari Program JKN. Bahkan saat dirawat inap di rumah sakit, tidak keluarkan biaya sama sekali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi peserta JKN sangat membantu. Tetangga saya pernah dirawat 3 hari di rumah sakit tanpa keluar biaya. Kalau ada yang bilang JKN tidak penting, mungkin mereka belum pernah merasakan manfaatnya. Tapi saat sakit dan butuh biaya, baru sadar akan pentingnya terdaftar sebagai peserta JKN,” ujar dia.
Dia sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah mendaftarkan dirinya dan keluarga sebagai peserta PBI JK sejak 10 tahun lalu. Dia mengaku kini lebih tenang karena memiliki perlindungan kesehatan. Meskipun begitu, dia tetap berharap selalu diberi kesehatan dan tidak perlu sering menggunakan layanan kesehatan.
Saat mengunjungi Kantor BPJS Kesehatan beberapa waktu lalu, Anas sempat bingung karena tidak lagi menerima kartu fisik KIS seperti dulu. Namun, petugas pelayanan menjelaskan bahwa saat ini peserta cukup menunjukkan KTP saat mengakses layanan di fasilitas kesehatan terdaftar.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












