Dia menambahkan pada tahun 2022 BPIP bekerjasama dengan Kemendikbudristek telah menerbitkan Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila. Buku tersebut, ujar dia, isinya tidak sekedar kognitif, tapi juga afektif.
Buku Pendidikan Pancasila wajib diberikan kepada peserta didik dari Kelas 1 hingga Kelas 12 sebagai amanat PP Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan atas PP Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan.

“Setiap sekolah harus gunakan buku itu, karena ada PP-nya. Dan itu menggantikan buku PMP yang dulu pernah ada. Kognisi hanya 30 persen, yang lainnya 70 persen praktik, karena Pancasila itu bukan hanya sekedar dihapal, omong omong saja, tapi harus praktik nyata, dan itu ada di Buku Teks Utama Pancasila,” ujar dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk itu, tambah dia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah harus segera mendistribusikan Buku Pendidikan Pancasila ke sekolah-sekolah di Indonesia. BPIP, ujar dia, akan membantu Kemendikdasmen dengan melakukan sosialisasi ideologi Pancasila.
Seminar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila kepada Masyarakat yang berlangsung di Aula Unipa Maumere dihadiri kurang lebih 300 peserta dari berbagai kalangan. Tidak hanya mahasiswa, seminar ini juga diikuti pelajar SD hingga SMP, termasuk warga masyarakat.
Hadir juga antara lain Ketua DPRD Sikka Stef Sumandi. Tiga narasumber dalam kegiatan ini adalah Rektor Unipa Jonas KGD Gobang, akademisi Romo Wilfrid Valiance, dan Analis Kebijakan Ahli Madya BPIP Pankratius Bernadus Somi Balun.*** (eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












