

Maumere-SuaraSikka.com: Fraksi Partai Demokrat mensinyalir 7 desa dan 70 dusun di Kabupaten Sikka Propinsi NTT belum ada listrik. Namun fraksi ini tidak secara mendetail menyebut persoalan ini terjadi di wilayah mana saja.
Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Leonardus Winarto menegaskan bahwa ketersediaan energi, khususnya listrik, adalah kebutuhan dasar yang menentukan kualitas hidup masyarakat sekaligus motor penggerak pembangunan daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Namun realitas di Kabupaten Sikka menunjukkan masih adanya 70 dusun dan 7 desa yang belum akses teraliri listrik. Kondisi ini merupakan bentuk ketimpangan akses energi yang sangat memprihatinkan dan harus segera ditangani secara serius,” ungkap Leonardus Winarto, Jumat (12/9).
Menurut Fraksi Partai Demokrat keterbatasan listrik tidak hanya berdampak pada kehidupan rumah tangga, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi produktif, membatasi akses pendidikan, dan memperlambat pelayanan kesehatan. Dengan demikian, keterlambatan elektrifikasi di wilayah pedesaan Sikka bukan hanya masalah teknis, tetapi juga persoalan kesejahteraan, kesetaraan, dan keadilan sosial.
Terhadap kondisi ini, Fraksi Partai Demokrat mendesak agar persoalan tersebut menjadi agenda prioritas pemerintah daerah, dengan mendorong koordinasi aktif bersama PLN, pemerintah propinsi, dan kementerian terkait.
“Tidak boleh ada satu pun warga Sikka yang hidup dalam kegelapan. Listrik bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi negara,” tegas Leonardus Winarto.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












