Dia menegaskan telah terjadi distorsi informasi, seperti hanya 3 pelajar yang dilarikan ke rumah sakit, tetapi informasi menyebutkan 7 pelajar. Selain itu disebut juga bahwa penyebabnya adalah telur busuk yang dikonsumsi dalam program MBG.
“Setelah pemerintah menugaskan Kadis Ketahanan Pangan dan Sekretaris Dinas Pertanian dan mengecek ke sekolah, ternyata informasi bahwa keracunan usai makan MBG, adalah tidak benar,” tegas dia.
Menurut Sabinus Nabu, penyebabnya bukan dari makanan yang diberikan Yayasan Makmur Sejahtera. Dia memastikan bukan dari telur busuk, tetapi dari telur segar yang diproduksi sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Satgas telah memeriksa dapur untuk memastikan pelaksanaannya sesuai pedoman. Satgas menyatakan semua berjalan sesuai ketentuan,” ujar Sabinus Nabu.
Saat kini terdapat 6 dapur penyedia MBG yang bermarkas di beberapa wilayah seperti Wolomarang, Wailiti, Iligetang, Permata Sari, Lela, dan Litbang. Sementata itu masih terdapat permohonan baru untuk membuka dapur. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Petrus Herlemus memperkirakan hingga akhir tahun ini bertambah lagi 6 dapur.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












