Rapor Patrick Kluivert di Kursi Pelatih Indonesia: Harapan Tinggi, Hasil Tak Seindah Janji

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 16 Oktober 2025 - 22:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 164 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Patrick Kluivert

Patrick Kluivert

Namun delapan pertandingan berjalan, ekspektasi itu belum pernah benar-benar terwujud. Indonesia hanya mampu mencatat tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan empat kekalahan.

Dua kemenangan tipis atas Bahrain (1-0) dan China (1-0) sempat memberi sinyal positif. Ditambah kemenangan telak 6-0 atas Chinese Taipei, muncul harapan bahwa Kluivert mulai menemukan formula terbaiknya. Tapi momentum itu tidak bertahan lama. Setelah imbang tanpa gol melawan Lebanon, grafik permainan Indonesia justeru menurun drastis.

Kualifikasi Piala Dunia: Titik Balik Menyakitkan
Puncak dari kemerosotan performa datang di Babak Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Indonesia menelan dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1). Dua hasil itu menutup peluang Garuda untuk melangkah lebih jauh, sekaligus menandai berakhirnya perjalanan Kluivert.

Paling disoroti adalah tumpulnya lini depan. Dua gol melawan Arab Saudi bahkan hanya lahir dari titik putih, bukan dari permainan terbuka. Kepada Reuters, Kluivert sempat mengungkapkan frustrasinya atas kegagalan tim dalam memanfaatkan peluang.

Ketika menghadapi tim kuat seperti Jepang dan Australia, kelemahan itu makin terasa. Indonesia kalah telak 0-6 di Tokyo dan 1-5 di Sydney. Dua laga yang menggambarkan jelas perbedaan level dan betapa sistem 4-3-3 andalan Kluivert belum mampu berjalan efektif.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Hilangnya Arah Permainan
Sepanjang masa kepemimpinannya, Kluivert kukuh dengan filosofi menyerang khas Eropa. Namun, tanpa eksekusi dan adaptasi yang tepat, sistem tersebut justeru membuat Indonesia kehilangan keseimbangan. Transisi lambat, pertahanan rapuh, dan kreativitas di sepertiga akhir nyaris tidak terlihat.

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan
6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru
KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka
BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126
Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI
NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:12 WITA

Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya

Berita Terbaru

Daerah

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:35 WITA