Tak pelak, spekulasi ini membuahkan hasil. Juri memberi nilai 80. Tambahan nilai ini membuat skor SMAN 1 Maumere dan SMKN 3 Maumere menjadi sama yaitu 580. Dua Pertanyaan Rebutan tersisa, peluang masih terbuka untuk semua finalis.
Pertanyaan Rebutan kedua direspons cepat SMK Yohanes XXIII, dengan lebih dulu membunyikan bel sebelum pertanyaan selesai dibacakan. Tambahan hanya 10 poin memastikan sekolah ini tidak punya peluang lagi masuk 3 terbaik.
Masuk ke Pertanyaan Rebutan terakhir, sangat menentukan nasib SMKN 3 Maumere dan SMAN 1 Maumere untuk menjadi terbaik. Lagi-lagi SMAN 1 Maumere memainkan jurus spekulasi. Belum selesai pertanyaan dibacakan, SMAN 1 Maumere langsung membunyikan bel. Tambahan 20 nilai sudah cukup buat sekolah ini tampil sebagai pemenang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil akhir menunjukkan SMAN 1 Maumere mengoleksi skor 600, diikuti SMKN 3 Maumere skor 580. dan pemenang ketiga SMAS Santa Maria Rubit skor 410. Lalu SMK Yohanes XXIII skor 345 dan SMK Nawacita Mego di nomor buntut dengan skor 310.
Gabriela IG Seang, Martha BYP Harving, dan Gicelia Agata Dua Toni menyambut gembira hasil yang mereka capai. Gabriela IG Sareng menyebut keputusan spekulatif sangat berisiko. Namun dengan keyakinan memiliki pemahaman akan materi lomba, mereka terpaksa melakukan untuk mengejar ketertinggalan nilai.
Strategi yang dilakukan Gabriela IG Seang, Martha BYP Harving, dan Gicelia Agata Dua Toni tidak saja menampilkan kualitas dan kemampuan dalam 4 Konsensus Kebangsaan, tapi juga menunjukkan mental juara dalam sebuah perlombaan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












