Ladang Janji Politik, Ruas Jalan Ndete-Tanah Merah di Sikka Dibiarkan “Makan” Nyawa Pelintas

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 8 Februari 2026 - 11:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 302 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi ruas jalan Ndete-Tanah Merah di Magelanda Kabupaten Sikka

Kondisi ruas jalan Ndete-Tanah Merah di Magelanda Kabupaten Sikka

Maumere-SuaraSikka.com: Ruas jalan Ndete-Tana yang menghubungkan Desa Reroroja dan Legu Woda di Kecamatan Magepanda Kabupaten Siika, makin mengenaskan karena bisa “makan” nyawa pelintas. Program pembangunan sama sekali belum menyentuh ruas jalan ini. Infrastuktur ini hanya menjadi ladang janji politik pada setiap Pemilu dan Pilkada.

Warga masyarakat di Magepanda terus mengeluhkan kondisi ruas jalan yang luput dari perhatian tersebut. Bagi mereka, pemerintah daerah setempat harus lebih serius merespons persoalan ini.

Rudolfus Paskalis Dhika, seorang warga Magepanda mengeluhkan secara terbuka kondisi ruas jalan ini. Petani yang juga aktivis sosial kemasyarakatan itu menulis lugas pada akun facebook miliknya. Sepertinya dia ingin persoalan tersebut menjadi konsumsi dan perhatian publik terutama para pemangku kepentingan.

“Ruas jalan Ndete-Tanah Merah hari ini bukan sekadar berlubang. Ia retak oleh kelalaian, hancur bersama harapan warga yang setiap hari melewatinya,” ungkap dia.

Baca Juga :  Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Dia lalu membeberkan beberapa kasus yang sempat dialami pelintas. Dua kasus menjadi sorotannya.

“Di jalan ini, dua orang hamil pernah melahirkan di tengah guncangan. Di jalan ini, seorang pasien asma menghembuskan napas terakhirnya sebelum sempat tiba di faskes,” ungkap dia.

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru