Tim tuan rumah masih beruntung karena mendapat tiga poin dari Bintang Timur Atambua, setelah Laskar Macan Batas melakukan walk out akibat tidak menerima keputusan wasit. Aksi tidak terpuji itu di satu sisi mencederai turnamen dan menodai marwah sepak bola, di sisi lain justeru memberi angin segar kepada tim tuan rumah.
Sikap protes berkelebihan klub pemilik sekolah bola itu, membuka peluang bagi Laskar Hijau Putih pada laga terakhir melawan Tiara Nusa FC. Hanya cukup dengan hasil imbang, Persami Maumere melaju mulus ke fase gugur. Dan skenario itu akhirnya benar terwujud. Di depan Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago dan Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi, Persami Maumere yang turun dengan jersey kebesaran hijau-hijau, mampu berbagi poin dengan tim asal Kabupaten Manggarai Timur itu.
Claus Miger kapten Persami Maumere membawa Hijau Putih unggul lebih dulu pada menit ke-11. Berawal melalui sepakan gelandang kiri ke jantung pertahanan, penjaga gawang Tiara Nusa sempat memblok datangnya bola. Namun bola rebound jatuh di kaki Claus Miger, dan dengan tenang tendangan first time merobek gawang Tiara Nusa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tiara Nusa FC membuat kedudukan berimbang pada menit ke-20. Yohanes Abrianus Dopo yang baru saja dimasukkan, berhasil menggetarkan gawang Persami Maumere. Pemain bertubuh mungil ini mengeksekusi tendangan bola mati dari luar kotak pinalti. Sepakannya terukur ke kanan gawang, tidak bisa diantisipasi penjaga gawang Persami Maumere.
Tiara Nusa FC yang gemilang pada tiga pertandingan sebelumnya dengan sekali menang dan dua kali seri, terus melakukan penetrasi untuk membuka peluang menciptakan gol. Namun daya gedor yang tidak terlalu maksimal di tengah teriknya Kota Maumere, cukup mampu diladeni anak-anak Persami Maumere. Hingga pluit akhir, pertandingan berakhir imbang, dan Persami Maumere merayakan perjuangan menuju babak berikut.*** (eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












