


Maumere-SuaraSikka.com: Gempa bumi berkekuatan 7,7 Magnitudo yang terjadi pada Sabtu (15/8), mengakibatkan 1.540 rumah di Kabupaten Sikka mengalami kerusakan. Data ini dilaporkan Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Kabupaten Sikka per Selasa (18/8) pukul 15.00 Wita. Dari jumlah yang ada, dikategorikan 731 rusak berat, 550 rusak ringan, dan 259 rusak sedang.
Kerusakan rumah akibat guncangan dahsyat gempa bumi tektonik tersebar pada 18 kecamatan yaitu Talibura, Palue, Paga, Nita, Nele, Mego, Mapitara, Magepanda, Lela, Koting, Kewapante, Kangae, Hewokloang, Doreng, Bola, Alok Timur, Alok Barat, dan Alok.
Menurut data yang ada, kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Palue yakni sebanyak 749 rumah, terdiri dari rusak berat 522, rusak ringan 187, dan rusak sedang 40. Menyusul setelah itu 128 unit rumah di Koting, 125 unit rumah di Kecamatan Alok, dan 102 unit rumah di Lela. Sementara di kecamatan-kecamatan lain berkisar antara 1 rumah hingga 77 rumah.
Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi yang ditemui di Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik yang terletak di Kantor BPBD Sikka, Selasa (18/8), menjelaskan data-data tersebut diterima dari laporan perangkat pemerintah kecamatan yang melakukan pendataan sejak terjadi peristiwa gempa bumi, dan juga laporan pengaduan dari masyarakat.
Dia mengatakan pemerintah daerah akan melaporkan kerusakan rumah masyarakat kepada BNPB untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi. Sejauh ini, kata dia, belum diketahui informasi pasti mekanisme bantuan untuk penanganan kerusakan rumah masyarakat.
Selain kerusakan rumah, diketahui gempa bumi tektonik juga mengakibatkan kerusakan fasilitas lainnya seperti 18 bangunan pemerintah, 25 fasilitas pendidikan, 25 fasilitas kesehatan, 30 rumah ibadah, dan 11 infrastruktur jalan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












