


Maumere-SuaraSikka.com: Belanja Tidak Terduga di Kabupaten Sikka melonjak drastis pada Rancangan Perubahan APBD TA 2026. Pemkab Sikka mengusulkan alokasi sebesar Rp 13.030.929.669,21. Kuat dugaan kenaikan drastis ini terkait penanganan tanggap darurat gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 Magnitudo yang melanda daerah itu pada Sabtu (15/8).
Sebelumnya dalam APBD 2026, pemerintah daerah setempat hanya menargetkan Rp 1.024.758.978,75. Namun dalam Pidato Pengantar Perubahan APBD 2026, Jumat (21/8), Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengusulkan tambahan sebesar Rp 12.006.170.690,46 atau naik setara 1.171,42 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Sikka mengatakan peningkatan alokasi Belanja Tidak Terduga merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menyediakan ruang fiskal dalam menghadapi kebutuhan yang bersifat tidak terduga, mendesak dan memerlukan penanganan segera sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.
Dia menambahkan terhadap alokasi Belanja Tidak Terduga yang telah menjadi bagian dari kesepakatan dalam KUA-PPAS, pemerintah daerah tetap menjadikannya sebagai perhatian dan akan membicarakannya lebih lanjut bersama DPRD Sikka dalam tahapan pembahasan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
Usulan penambahan anggaran Belanja Tidak Terduga ini nantinya akan dibahas secara bersama-sama antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah dan Badan Anggaran DPRD Sikka. Pemerintah daerah tentu saja sangat berharap agar usulan tersebut bisa diakomodir demi kelancaran penanganan darurat.
Gempa bumi tektonik yang mengguncang Kabupaten Sikka mengakibatkan 6 orang meninggal dunia, 23 orang luka ringan dan 32 luka berat. Data hingga Jumat (21/8) menunjukkan 3.574 unit rumah mengalami kerusakan, dan lebih dari 17.000 orang yang mengungsi baik secara mandiri maupun terpusat.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












