


Maumere-SuaraSikka.com: Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggratiskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) satu semester bagi 5.000 mahasiswa terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Jika masih diperlukan, Kemendikti juga akan menggratiskan UKT untuk semester depan.
“Keluarga besar Kemdiktisaintek dan seluruh kampus menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi di NTT. Kita akan memberikan bantuan UKT untuk satu semester di tahap ini, sementara ini untuk 5.000 mahasiswa sesuai data yang disampaikan. Kita akan lihat kalau memang masih diperlukan, kita juga akan menambah satu semester lagi,” kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, Kamis (27/8), sebagaimana dikutip dari detik.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mendiktisaintek menekankan pembebasan UKT merupakan upaya untuk mendukung keberlanjutan pendidikan tinggi di tengah bencana. Selain itu, Brian juga menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan kepada keluarga-keluarga mahasiswa asal NTT, yang sedang berkuliah di luar daerah terdampak.
“Kemdiktisaintek bersama pemerintah setempat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terus berupaya menyediakan bantuan yang sesuai kebutuhan dan prioritas masyarakat,” ujar dia.
Perguruan Tinggi Ikut Bantu Masyarakat Terdampak
Kemendiktisaintek juga telah menggerakan perguruan tinggi untuk menangani dampak gempa NTT. Brian menuturkan Universitas Nusa Cendana (Undana) telah melakukan asesmen dan mendistribusikan logistik di sejumlah kabupaten.
Selain itu, Universitas Mataram (Unram) juga telah membantu masyarakat dalam beberapa bidang, antara lain penyediaan air, pembersihan rumah warga, pembangunan sanitasi kamar mandi darurat, serta dukungan dapur umum. Sementara Universitas Airlangga (Unair) mengirimkan tim medis spesialis bedah ortopedi serta Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga ke Manggarai Timur.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












