Jokowi dan Prabowo Tampak Akrab, SBY Walk Out

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 24 September 2018 - 08:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 30 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jokowi dan Prabowo bersalaman pada Deklarasi Kampanye Damai Pemuli 2019 di Lapangan Monumen Nasional, Minggu (23/9)

Jokowi dan Prabowo bersalaman pada Deklarasi Kampanye Damai Pemuli 2019 di Lapangan Monumen Nasional, Minggu (23/9)

Jakarta-SuaraSikka.com: Calon Presiden nomor urut 1 Joko Widodo dan Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto tampak akrab saat menghadiri Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019 di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (23/9). Sayangnya giat nasional ini diwarnai aksi walk out Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.
Jokowi dan Prabowo duduk berdampingan selama acara deklarasi. Keduanya bersama-sama naik ke atas panggung saat diminta menandatangani kesepakatan kampanye damai. Demikian pula saat bersama pimpinan partai koalisi melepas burung merpati sebagai tanda perdamaian.
Seusai kegiatan di atas panggung, Jokowi dan Prabowo berbarengan menuruni anak tangga menuju kursi yang disediakan. Dalam momen tersebut, Jokowi dan Prabowo bergandengan tangan. Keduanya juga bersalaman dan saling mencium pipi.
Suasana dalam acara deklarasi ini berlangsung sangat hangat dan cair. Para capres, cawapres, pimpinan partai, pejabat negara yang hadir mengenakan pakaian adat. Jokowi menggunakan baju daerah Bali, sementara Prabowo mengenakan baju adat daerah Jawa Tengah.
Jokowi dan Prabowo sempat tertangkap sedang tertawa lebar. Ternyata, keduanya sama-sama sedang memandang Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan M Romahurmuziy. Kehadiran Romahurmuziy atau yang sering disapa Romi mengundang perhatian sejak awal acara. Hal itu bukan tanpa sebab. Romi datang menggunakan kostum unik ala tokoh pewayangan Jawa, Gatot Kaca. Yang lebih menarik, dia mengggunakan kumis palsu berupa kumis tebal yang meliuk, yang menggambarkan kegagahan Gatot Kaca.
Sementara SBY dikabarkan walk out dari kampanye damai. Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno menceritakan kronologi SBY walk out. Menurut Eddy, awalnya dia bersama-sama SBY dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di dalam mobil golf yang sama. Mobil golf tersebut disediakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) bagi pimpinan parpol pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk mengikuti pawai. Menurut Eddy, masalah timbul ketika mobil golf keluar dari kawasan Monas menuju Jalan Medan Merdeka Barat.
“Kami yakini kondisi yang tidak kondusif lagi, akhirnya kami turun dari golf car karena memang tidak bisa jalan dan kondisi jadi tidak nyaman karena ada aksi yel-yel yang cenderung provokatif tersebut,” kata Eddy sebagaimana dikutip dari kompas.com.
KPU merespons protes Partai Demokrat soal penyelenggaraan deklarasi kampanye damai Pemilu 2019. Awalnya, SBY menghadiri acara ini. Namun, ia memilih walk out saat acara pawai deklarasi kampanye damai. SBY yang ikut dalam rombongan pawai turun dari mobil golf yang ditumpanginya karena merasa banyak kesepakatan terkait atribut parpol saat deklarasi kampanye damai dilanggar. Komisoner KPU Hasyim mengatakan memang ada kesepakatan parpol terkait deklarasi kampanye damai.
Beberapa kesepakatan itu, pertama, tidak boleh ada atribut parpol di area lokasi deklarasi yakni di area Monas, Jakarta Pusat. Kedua, jika ada bendara parpol, maka hanya sebatas bendara kecil yang sudah disediakan oleh KPU. Namun ia menegaskan, hal itu berlaku di area deklarasi. Sementara itu kata dia, area di luar tempat deklarasi bukan termasuk bagian area tanggung jawab KPU.
“Kalau pun ada yang bawa bendera bawa atribut terkait dukung mendukung paslon tertentu, itu di luar arena deklarasi damai yang sudah ditentukan KPU, karena tadi kan memang karnavalnya keluar area yang ditentukan,” kata Hasyim, di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Minggu siang.
Oleh karena itu, KPU menilai banyaknya atribut parpol di luar area deklarasi bukan persoalan. Apalagi, kata dia, ada juga masyarakat yang menggunakan atribut pro Prabowo. Hingga saat ini, Hasyim mengaku belum menerima protes langsung dari Partai Demokrat.*** (eny)
Baca Juga :  6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan
6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru
KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka
BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126
Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI
NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:12 WITA

Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya

Berita Terbaru