Pungli di Lokasi Pohon Tumbang, Polisi Tidak Berdaya

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 3 Desember 2018 - 22:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 12 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gara-gara aksi pungutan liar dihentikan, warga sekitar menutup jalur alternatif di lokasi pohon tumbang di Desa Tanaduen Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka, Senin (3/12)

Gara-gara aksi pungutan liar dihentikan, warga sekitar menutup jalur alternatif di lokasi pohon tumbang di Desa Tanaduen Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka, Senin (3/12)

Maumere-SuaraSikka.com: Pohon mangga yang tumbang Minggu (2/12) pukul 18.00 Wita di Desa Tanaduen Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka Propinsi NTT memicu munculnya pungutan liar (pungli) di lokasi kejadian. Bahkan polisi pun tidak berdaya menghadapi aksi warga sekitar.
Pantauan media ini, Senin (3/12), beberapa warga sekitar sibuk memotong badan pohon yang melintang di Jalan Trans Flores Maumere-Larantuka. Sementara beberapa warga lainnya memindahkan potongan pohon yang sudah dipotong-potong dengan mesin ceinso.
Ada juga warga yang membawa ember berwarna hitam dan dos bekas air mineral. Mereka mendekati kendaraan bermotor yang melewati jalur alternatif yang dibuka warga sekitar sejak pohon itu tumbang. Pengendara sepeda motor atau sopir roda empat pun memasukkan sejumlah lembaran rupiah ke dalam ember dan dos bekas air mineral.

Berita Terkait:

Baca Juga :  Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Tidak ada target biaya bagi kendaraan bermotor yang melewati jalur alternatif. Warga sekitar menerima berapa saja uang yang diberi oleh para pelintas jalan. Kalau pun tidak diberi, tidak ada masalah. Menurut warga sekitar yang merahasiakan identitasnya, uang tersebut dimanfaatkan untuk kelancaran aktifitas warga sekitar di lokasi pohon tumbang.
Menurut warga sekitar, sejak pohon tumbang, mereka langsung turun ke jalan dengan membuka jalur alternatif dua bagian yakni utara dan selatan. Bagian selatan terpaksa melintas di halaman rumah warga, persis di depan Kios Coklat Indah. Mereka juga membantu mengamankan kelancaran lalulintas, karena jalur tersebut merupakan jalan negara dengan tingkat mobilitas yang sangat tinggi.
Sebenarnya aparat keamanan yang berada di lokasi kejadian sudah menghentikan aksi pungli warga sekitar. Camat Kangae Marthen Luther Adji juga sudah mengimbau warga untuk tidak melakukan pungli. Warga pun akhirnya tidak lagi memungut uang dari pelintas jalan.
Karena aksi mereka dihentikan, warga sekitar pun langsung menutup jalur alternatif dengan menggunakan batang pohon. Praktis kendaraan pun tidak bisa melintas. Kondisi ini membuat kemacetan makin bertambah parah. Antrian dari jalur timur pun makin panjang, hingga sampai di depan Kantor Camat Kangae.
Terhadap situasi ini, aparat keamanan pun tidak berdaya. Kepala Desa Tanaduen Simporosa mengambil jalan tengah dengan membiarkan warga sekitar memungut uang dengan catatan tidak melakukan pemaksaan. Akhirnya warga pun kembali melakukan aksi pungli.
Beberapa pelintas jalan yang dihubungi mengaku tidak keberatan memberikan uang kepada warga sekitar yang sudah membantu kelancaran lalulintas. Bagi mereka yang terpenting tidak ada unsur paksaan, dan sifatnya sukarela.*** (eny)

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru