Aduh! 15 Jam Pohon Tumbang Tutup Jalan Negara, Pemerintah “Tidur”

1
466
Aduh! 15 Jam Pohon Tumbang Tutup Jalan Negara, Pemerintah “Tidur”
Pohon mangga tumbang menutup seluruh badan jalan, Minggu (2/12) di Desa Tanaduen Kecamatan Kewapante Kabupaten Sikka
Maumere-SuaraSikka.com: Sebuah pohon mangga yang sudah usia tua, Minggu (2/12) sekitar pukul 18.00 Wita tumbang. Seluruh badan pohon menutupi Jalan Trans Flores Maumere-Larantuka, persisnya di perbatasan Desa Tanaduen dan Desa Watumilok di Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka Propinsi NTT. Sampai Senin (3/12) pagi tadi pukul 09.00 Wita, atau sekitar 15 jam, pemerintah masih “tidur”.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Satker PJN Wilayah IV NTT UPR 15 Maumere-Waerana baru mengevakuasi sebuah alat berat ke lokasi kejadian pada pukul 09.30 Wita. Seorang petugas Satker yang ditemui di lokasi kejadian mengaku baru mengetahui kejadian tersebut pada pagi tadi.
Lambertus, seorang warga yang rumahnya dekat dengan lokasi kejadian mengaku kecewa dengan sikap lamban pemerintah. Dia menyesalkan pemerintah yang tidak peka dengan kondisi yang terjadi. Akibatnya, sejak kemarin antrian panjang kendaraan bermotor terjadi pada ruas jalan tersebut.
Warga sekitar bersiap cepat memotong bagian ujung batang pohon yang tumbang, sekedar untuk membuka jalur alternatif. Itu pun upaya ini belum bisa menyelesaikan persoalan, karena kemacetan tidak bisa terhindarkan. Lambertus dan kawan-kawan pun turun membantu melancarkan arus lalulintas dengan sistem buka tutup.
“Jangan harap pemerintah. Dari desa, kecamatan dan kabupaten, tidak bisa diharapkan. Ini untung ada warga masyarakat sekitar sini, jadi bisa minimalisir kemacetan.
Kepala Desa Tanaduen Simporosa baru ada di lokasi pukul 08.35 Wita. Dia mengaku mengetahui pohon tumbang menutup jalan sejak tadi malam. Tidak ada upaya apa-apa yang dilakukan si kepala desa. Dia sendiri baru menginformasikan peristiwa tersebut ke Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka pada pagi tadi. Namun hingga alat berat tiba, tidak tampak seorang pun pejabat atau pun staf dari dua dinas tersebut.
Sementara itu Camat Kangae Marthen Luther Adji tiba di lokasi bersama Kapolsek Kewapante Petrus Kanisius sekitar pukul 09.01. Dia mengaku sudah menelepon Kepala Dinas PUPR Agustinus Thomas Lameng untuk meminta bantuan alat berat guna evakuasi pohon yang tumbang. Hanya katanya Kepala Dinas PUPR sedang rapat koordinasi dengan Bupati Sikka.
“Tadi pagi saya sudah di sini. Saya sudah telepon Kadis PUPR tapi masih rapat dengan Bupati,” ujar dia.
Pihak kepolisian baru ada di lokasi pada pagi tadi sekitar 08.47. Wakapolres Sikka Kompol Iwan Iswahyudi bersama sejumlah aparat kepolisian datang dengan membawa sebuah sensor berukuran kecil. Sayangnya sensor itu pun tidak bisa dimanfaatkan karena gangguan busi. Satlantas Polres Sikka baru ada di lokasi sekitar pukul 09.16 Wita. Mereka langsung membantu kelancaran lalulintas.*** (eny)

KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini