


Maumere-SuaraSikka.com: Terobosan positif dilakukan Yayasan Pendidikan Thomas (Yapenthom) Maumere. Dalam rangka memperingati HUT ke-79, lembaga pendidikan ini menggelar Lomba Paket Pelang antar sekolah asuhan Yapenthom. Lomba ini sebagai salah satu kiat merawat dan mewariskan adat istiadat dan budaya di Kabupaten Sikka.
Dalam Bahasa Sikka, paket pelang didefinisikan sebagai memakaikan busana adat yang terdiri dari utang labu, dong pelang, dan lenggeng alang beserta asesoris-asesoris pelengkap. Dalam proses ini, peserta adalah pihak yang berperan sebagai penata rias, dan pihak lain sebagai model.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lomba Paket Pelang diikuti 3 peserta dari SMPK Yapenthom 1 Maumere, SMPK Santo Yohanes Nele, dan SMKS Yohanes XXIII. Satu sekolah asuhan Yapenthom yakni SMPK Yapenthom 2 Maumere tidak ikut berpartisipasi karena persoalan teknis. Penata rias dan model merupakan pelajar pada masing-masing sekolah. Hal ini sebagai bentuk pembelajaran dan motivasi agar sejak dini para pelajar mencintai adat budaya di daerah itu.

SMPK Yapenthom 1 Maumere mengutus 4 pelajar Kelas 7 yaitu penata rias Yosef Fano Febriantoaldo dan Elviana Arlan Welung, serta 2 model yaitu Alexandro Calvaro Lado dan Yosefa Aura Cindi Qinaya.
Lalu SMP Yohanes Nele menampilkan pasangan pelajar Kelas 8 Fransiskus Noven Herice dan pelajar Kelas 7 Yosefina Afriani Fransiska Kelas 7 sebagai model, dengan 2 pelajar Kelas 9 menjadi penata rias yaitu Maria Riska Anggelina dan Antonio Leonard.
Sedangkan SMKS Yohanes XXIII mengandalkan pelajar Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Pasangan yang menjadi model adalah pelajar Kelas 11 Paulus Salah dan pelajar Kelas 10 Theresia Yustika Bena, dengan penata rias tunggal pelajar Kelas 11 Thesalonica Jenivs Quintania.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












