Demo KP di Mapolres Sikka, Oknum Polisi Intimidasi Aktifis PMKRI Maumere
Dibaca 26 kali
Bento Ranny, aktifis PMKRI Maumere sedang berorasi di halaman Mapolres Sikka; Senin (17/12)
Maumere-SuaraSikka.com: Aktifis PMKRI Maumere menyayangkan sikap seorang oknum polisi yang melakukan intimidasi ketika mereka menggelar aksi demonstrasi di Mapolres Sikka, Senin (17/12). Aksi PMKRI Maumere itu terkait dukungan kepada kepolisian menangkap bandar-bandar judi togel atau kupon putih (KP).
Awalnya Kapolres Sikka AKBP Rickson PM Situmorang bersedia menerima perwakilan PMKRI Maumere di ruangan kerjanya. Sebanyak tujuh orang aktifis pun sudah siap-siap audiens dengan Kapolres Sikka dan beberapa perwira. Namun audiens tidak bisa dilanjutkan karena mendadak perwakilan PMKRI Maumere kelar dari ruang kerja Kapolres Sikka.
Bento Ranny, mengatakan perwakilan PMKRI Maumere mengambil sikap meninggalkan ruangan karena salah seorang oknum polisi membentak-bentaknya. Sikap bentak-bentak itu dianggap sebagai bentuk intimidasi yang hendak melemahkan perjuangan PMKRI Maumere.
Berita Terkait:
“Kami diminta untuk audiens di dalam, tetapi saat di dalam ada oknum polisi yang meminta saya untuk bicara pelan-pelan. Itu kan di dalam ruangan, kita harus bicara agak besar supaya didengar. Polisi begini kan namanya gagal paham, perlu butuh rekoleksi dia,” papar Bento Ranny.
Karena gagal melakukan audens dengan Kapolres Sikka, PMKRI Maumere lalu menggelar orasi di halaman Mapolres Sikka. Sambil orasi beberapa aktifis kembali melakukan lobi meminta Kapolres Sikka keluar dari ruangan dan menggelar audiens di halaman Mapolres Sikka. Namun upaya meminta audiens di halaman Mapolres Sikka pun gagal disepakati.
Terkait adanya tindakan intimidasi sebagaimana disampaikan Bento Ranny, Kapolres Sikka menjawab tidak ada intimidasi terhadap perwakilan aktifis. Dia malah meminta seorang wartawan yang kebetulan hadir pada audiens tersebut untuk menjadi narasumber memberikan penjelasan.
Oknum polisi yang dituding melakukan intimidasi adalah Kabag Sunda Polres Sikka PM Yohanis yang baru beberapa bulan bertugas di lingkup Polres Sikka. Dia mengaku tidak melakukan intimidasi atau membentak-bentak perwakilan aktifis. Menurut dia, pada saat itu seorang aktifis sedang menerima telepon dan berbicara dengan suara yang agak keras, sehingga dia menegur agar volume suaranya dikecilkan.
Gara-gara audiens yang gagal akibat tudingan adanya intimidasi, membuat marah aktifis PMKRI Maumere. Mereka terus-menerus mendesak Kapolres Sikka dan oknum polisi tersebut untuk hadir beraudiens di halaman Mapolres Sikka.
Kecewa dengan sikap oknum polisi dan Kapolres Sikka yang dianggap gagal, Bento Ranny mengatakan PMKRI Maumere akan terus tutun ke jalan untuk melakukan aksi unjuk rasa. Namun mereka tidak saja mengusung pemberantasan judi KP dengan menangkap oknum-oknum bandar yang masih berkeliaran, teapi juga akan mengangkat isu pencopotan Rickson Situmorang dri jabatan Kapolres Sikka.*** (eny)