PMKRI Maumere Sebut Kapolres Sikka Back-Up Judi KP
Dibaca 72 kali
Aksi unjuk rasa PMKRI Maumere di Mapolres Sikka, Senin (17/12), terkait kasus judi kupon putih
Maumere-SuaraSikka.com: Lambannya polisi menangkap bandar-bandar judi togel atau kupon putih (KP) memicu PMKRI Maumere turun ke jalan, Senin (17/12). Mereka melakukan aksi di Mapolres Sikka di Jalan Ahmad Yani. PMKRI Maumere menduga Kaplores Sikka AKBP Rickson PM Situmorang memback-up judi KP yang terjadi di Kabupaten Sikka.
Bento Ranny, aktifis PMKRI Maumere menyebut ada indikasi kuat yang mengarah kepada dugaan tersebut. Indikasinya yakni ketika Kapolres Sikka selaku penanggungjawab keamanan dan ketertiban, hanya mampu menangkap penjual, pengecer dan pengepul judi KP. Kapolres Sikka tidak berani meringkus bandar-bandar yang menggerakkan usaha ilegal tersebut.
“PMKRI Maumere menduga Kapolres Sikka memback-up perjudian yang terjadi di Kabupaten Sikka,” seru Bento Ranny.
Berita Terkait:
Bento Ranny menambahkan dari hasil investigasi ada dugaan Kapolres Sikka menerima upeti dari para bandar. Karena itulah Kapolres Sikka tidak berani menangkap bandar-bandar judi KP. Bento Ranny belum mau membongkar berapa besar upeti yang diterima Kapolres Sikka, dengan alasan rahasia.
Menurut PMKRI Maumere, penangkapan pengepul yang dilakukan oleh aparat kepolisian selama ini tidak akan menghentikan praktik judi KP di Kabupaten Sikka. Tetapi justeru sebaliknya membuat para penjudi semakin menjadi-jadi. Oleh karena itu salah satu bentuk komitmen dari lembaga kepolisian adalah mencabut akar perjudian ini. Akar yang dimaksudkan adalah para bandar judi KP.
Untuk itu PMKRI Maumere mendesak Kapolres Sikka untuk segera menangkap seorang bandar berinitial RT. Nama bandar ini disebut-sebut oleh pengepul yang ditangkap di Kecamatan Koting pada Rabu (12/12), juga penjual yang ditangkap di Hoder serta istri pengepul dan tukang rekap yang ditangkap pada Sabtu (15/12).
“Jika Kapolres Sikka tidak mampu menangkap oknum bandar dalam waktu 1×24 jam dari sekarang, maka PMKRI Maumere akan melakukan aksi lanjutan dan akan bersurat kepada Kapolri dan Kompolnas,” ancam PMKRI Maumere.
Aksi PMKRI Maumere ini dilakukan dengan longmarch dengan titik start dari Marga PMKRI Maumere. Mereka membawa dua buah spanduk yang bertuliskan Polisi Takut Bandar dan Polisi Jangan Tebang Pilih Segera Tangkap Bandar.
Kapolres Sikka yang dikonfirmasi terkait dugaan memback-up praktik judi KP, menjawabnya dengan diplomatis. Dia meminta pihak yang menyebutkan dirinya memback-up dan menerima upeti untuk membuktikannya.
Masyarakat yang melintas di depan Mapolres Sikka ikut menyaksikan aksi ini. Beberapa di antaranya memberikan apresiasi kepada PMKRI Maumere yang telah berani menyuarakan ketimpangan perlakuan hukum yang dipraktikkan aparat keamanan.*** (eny)