

Maumere-SuaraSikka.com: Polemik pajak makanan dan minuman sebesar 10 persen terus mengalir. Beberapa warung makan masih terlihat melakukan aksi mogok dengan menutup tempat usaha mereka.
Sementara RM Surya Minang atau yang lazim disebut Rumah Makan Padang, yang terletak di depan Kantor Dinas PUPR Sikka, terlihat sudah membuka usaha, Selasa (15/7). Rumah makan yang menyediakan masakan Padang itu tampak buka sejak pagi hari, setelah sehari sebelumnya ditutup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang pegawai RM Surya Minang beralasan menutup usaha pada Senin (14/7) karena sedang refreshing ke Bendungan Napung Gete di Kecamatan Waiblama. Dia menolak menyebut penutupan rumah makan tersebut karena alasan polemik pajak makanan dan minuman.
“Kemarin kami ke Napung Gete, jalan-jalan ke bendungan,” jelas dia.
Terkait pajak makanan dan minuman yang kini terus menjadi polemik, pegawai ini tidak memberikan komentar apapun.
Pantauan media ini di RM Suya Minang pengunjung cukup padat. Transaksi pembayaran di kasis pun lancar-lancar saja. Tidak ada permintaan tambahan pajak kepada konsumen. Satu porsi nasi ayam tetap dilabeli seharga Rp 28.000, sebagaimana harga jual yang berlaku selama ini.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












