2 Matel Tewas Mengenaskan, Melchias Mekeng Kecam Tindakan Brutal Oknum Polisi

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 15 Desember 2025 - 10:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 455 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Angota Fraksi Partai Golkar DPR RI Melchias Markus Mekeng

Angota Fraksi Partai Golkar DPR RI Melchias Markus Mekeng

Maumere-SuaraSikka.com: Dua orang warga NTT yang berprofesi sebagai debt collector atau mata elang (matel) diketahui tewas mengenaskan, Kamis (11/12). Pelakunya adalah 6 oknum polisi yang bertugas pada Satuan Pelayanan Markas di Mabes Polri.

Terhadap peristiwa yang terjadi di dekat Taman Makam Kalibata itu, anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Melchias Markus Mekeng angkat bicara. Wakil rakyat dari NTT itu mengecam keras tindakan brutal, tidak manusiawi, dan main hakim sendiri yang dilakukan oknum anggota Polri hingga korban meninggal dunia.

“Tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan,” ungkap Melchias Mekeng di Maumere, Sabtu (13/12).

Dia menyebut aksi brutal tersebut sebagai sesuatu yang sangat ironi karena dilakukan oleh oknum aparat penegak hukum yang selama ini terus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Fakta ini, kata dia, sangat berbahaya karena berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat secara luas, terlebih di tengah menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Melchias Mekeng mengatakan sorotan publik terhadap profesi mata elang akhir-akhir ini tidak dapat dan tidak boleh dijadikan legitimasi atas tindakan kekerasan, apalagi jika dilakukan oleh aparat negara. Karena itu, bagi dia, tidak ada satu pun alasan yang dapat membenarkan tindakan pengeroyokan hingga menghilangkan nyawa manusia, siapa pun korbannya dan apa pun latar belakang profesinya.

Baca Juga :  Prabowo Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih

Melchias Mekeng mendesak agar peristiwa brutal oknum polisi tersebut harus ditindak secara tegas, terbuka, dan tanpa kompromi. Dia meminta semua elemen untuk mengawal serius proses hukum agar tidak berubah menjadi sandiwara hukum yang mencari celah pembenaran atau pembebasan para pelaku di kemudian hari. Prinsip equality before the law harus ditegakkan secara konsisten tanpa pengecualian.

Berita Terkait

Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Final FA Cup, Semenyo Tabur Garam di Atas Luka The Blues
Prabowo Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih
Tim Polda NTT Kena Prank, Gula Halus Dikira Sabu, 2 Terduga Pelaku Dibebaskan
Operasi Narkotika di Maumere, Tim Polda NTT Diduga Salah Tangkap, Gula Halus Dikira Sabu
Agnes Aditya Rahajeng asal Banten Raih Puteri Indonesia 2026
Imam Katolik di Sikka Dianiaya Umat Sendiri
Hakim Tolak Praperadilan Penetapan dan Penahanan Tersangka TPPO Eltras Pub Maumere
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru