

Maumere-SuaraSikka.com: Keputusan kontroversial wasit Berto Henuk yang memimpin pertandingan antara BMP Flores Timur dan Persami Maumere, dituding sebagai biang kerok rusaknya Turnamen Piala Suratin Tahun 2026 di Maumere Kabupaten Sikka. Laga Babak Semifinal ini pun berujung dagelan yang dipertontonkan pemain BMP Flores Timur pada sisa waktu 13 menit.
Sikap kontroversial wasit berawal dari tendangan pojok untuk Persami Maumere pada menit ke-57. Nazril Afrian mengangkat bola ke jantung pertahanan. Sebuah tandukan Claus Miger terarah ke gawang. Bola menyasar ke gawang, tapi masih bisa dihalau keluar oleh salah seorang pemain BMP Flores Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Si kulit bundar terus bergulir, hingga 2 detik kemudian keluar lapangan pertandingan setelah tandukan kurang sempurna dari Dimas Irwansyah. Spontan Claus Miger, kapten Persami Maumere dan beberapa pemain tim tuan rumah melayangkan protes. Mereka meyakini bola heading Claus Miger sudah melewati garis gawang sebelum dihalau pemain BMP Flores Timur.

Berto Henuk kemudian menuju ke meja Pengawas Pertandingan. Lalu Asisten Wasit 2 Iswandi Sahar dengan dikawal keamanan juga menuju Pengawas Pertandingan. Setelah terjadi komunikasi dalam beberapa menit dengan Pengawas Pertandingan, dua wasit ini kembali ke lapangan pertandingan, dan meminta para pemain masuk ke dalam lapangan.
Setelah kedua tim berada di dalam lapangan pertandingan, wasit Berto Henuk meniup pluit panjang untuk mensahkan gol Claus Miger. Keputusan ini tidak diterima kubu BMP Flores Timur. Para pemain BMP Flores Timur langsung meninggalkan lapangan pertandingan, dan menuju bench.
Aksi protes pun tidak terhindarkan. Kubu The Blues, julukan BMP Flores Timur, bertubi-tubi melancarkan protes. Pelatih BMP Flores Timur Gerald Hayon dan beberapa Asisten Pelatih tampak menolak keras keputusan wasit. Terdengar isak tangis para pemain BMP Flores Timur.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












