Kakak Adik Rebutan Warisan Keluarga, Kepala SMK Thomas Dianiaya

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 1 September 2019 - 21:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 115 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala SMK Thomas Maumere Agustino Lameng (tengah) didampingi kuasa hokum Viktor Nekur

Kepala SMK Thomas Maumere Agustino Lameng (tengah) didampingi kuasa hokum Viktor Nekur

Maumere-SuaraSikka.com: Kepala SMK Thomas Maumere Agustino Lameng, Sabtu (31/8), dilarikan ke RSUD TC Hillers setelah dianiaya dua orang kakak adiknya sendiri, Robertus Lameng dan Eusebius Lameng. Masalah ini berbuntut perebutan warisan keluarga dalam bentuk Yayasan Budi Mulia Maumere.
Yayasan Budi Mulia Maumere itu sendiri mengelola SMK Thomas Maumere dengan Program Studi Pariwisata dan Keperawatan. Kini terdapat 605 pelajar yang mengenyam pendidikan pada 7 jurusan. Setidaknya terdapat 29 rombongan belajar pada sekolah ini.
Penganiayan tersebut terjadi di pintu masuk gerbang sekolah yang terletak di Jalan Wairklau Maumere. Agustino Lameng yang baru tiba di sekolah, langsung dihadang Robby Lameng dan Eusebius Lameng. Kepala sekolah itu dilarang masuk ke dalam komplek sekolah.
Kepada media ini di SMK Thomas, Agustino Lameng mengatakan dia tidak bisa masuk ke sekolah karena dihadang dan didorong oleh Robertus Lameng dan Eusebius Lameng. Saat terjadi aksi dorong-mendorong, kepala Agustino Lameng nya dipiting hingga dia terjatuh. Setelah itu dia diseret, dan katanya, pelaku berencana membuangnya ke sungai yang berada tidak jauh dari sekolah itu.
Kakak Adik Rebutan Warisan Keluarga, Kepala SMK Thomas Dianiaya
Para pelajar SMK Thomas keluar dari sekolah, Sabtu (31/8)
Giovania Nage Dua, siswi Kelas X Tata Boga, menjelaskan saat perstiwa itu terjadi kebetulan dia sedang keluar kelas. Dia melihat kepala sekolah diseret-seret oleh dua orang yang tidak dia kenal. Siswi ini kemudian berteriak-teriak menantang dua orang yang sedang terlibat menganiaya kepala sekolah. Kemudian dia membuka pintu gerbang, dan terus berteriak.
Aksi histeris pelajar ini mengudang para guru dan pelajar sekolah itu keluar pintu gerbang. Maria Helena, pelajar Kelas XI Tataboga ikut melihat langsung bagaimana Agustino Lameng diseret dua orang yang tidak dikenal. Dia mengaku menangis melihat peristiwa itu, apalagi mendengar langsung dari pelaku yang hendak membuang kepala sekolah ke sungai.
Kakak Adik Rebutan Warisan Keluarga, Kepala SMK Thomas Dianiaya
Robertus Lameng
Robby Lameng yang ditemui terpisah di rumah kediamannya, mengaku telah menghadang Agustino Lameng untuk tidak boleh masuk ke sekolah itu. Dia beralasan, Agustino Lameng bukan lagi sebagai kepala SMK Thomas, karena yang bersangkutan berstatus terpidana perkara pemalsuan tanda tangan, surat-surat dan dokumen yayasan.
Menurut Robby Lameng, Ketua Yayasan Budi Mulia Maumere Yohanes Lameng telah menerbitkan Surat Keputusan Nomor 03.A.KHU/YBMM-SMK/VIII/2019 tertanggal 22 Agustus 2019 yang mana dalam suratnya memberhentikan Agustino Lameng dri jabatan kepala sekolah, dan selanjutnya menunjuk Robertus Lameng sebagai penggantinya.
Atas kejadian ini, Agustino Lameng berencana mengadukan para pelaku ke pihak keamanan. Kepala SMK Thomas ini mengaku sangat malu sekali karena dia diperlakukan secara keji di depan guru-guru dan para pelajar. Ditemani kuasa hukumnya, Viktor Nekur, rencananya Agustino Lameng akan melaporkan kejadian ini.
Sebelum menganiaya Agustino Lameng, dua pelaku ini juga menganiaya Rudi Lameng, sekuriti pada sekolah itu. Rudi Lameng sendiri adalah anak kandung dari Robby Lameng, salah seorang pelaku. Sementara anak dari Rudi Lameng merupakan salah satu pelajar pada sekolah itu.*** (eny
Baca Juga :  Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru