Portal Tidak Difungsikan, Penerimaan Parkir Turun Drastis

0
342
Sikapi Kelangkaan Semen, Tim Pengawas Sikka Gelar Rapat
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sikka Lukman
Maumere-SuaraSikka.com: Penerimaan parkir kendaraan bermotor di Pasar Alok Maumere mengalami penurunan yang sangat drastis. Biasanya setiap minggu bisa menghasilkan Rp 7-8 juta, kini hanya kurang lebih Rp 1 juta. Realitas ini terjadi menyusul kebijakan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo alias Robby Idong yang tidak memfungsikan portal pada pintu masuk pasar.
Kebijakan itu resmi mulai berlaku sejak 24 September 2018 atau 4 hari setelah Bupati dan Wakil Bupati Sikka dilantik. Jauh sebelum itu, ketika Fransiskus Roberto Diogo dan Romanus Woga ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih, portal sudah tidak difungsikan selama beberapa hari.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sikka Lukman yang duhubungi di sela-sela pengresmian KM Sabuk Nusantara 101, Senin (15/10), menjelaskan pemerintah kembali kepada marwah sesuai peraturan daerah yakni kendaraan diparkir baru dipungut biaya.
Dia mengakui dalam pelaksanaan kebijakan yang baru tersebut, banyak sekali ditemukan kendala. Antara lain, katanya, jumlah petugas parkir yang tidak seimbang dengan luas Pasar Alok. Akibatnya petugas parkir dari Dinas Koperindag yang berjumlah hanya 7 orang, tidak bisa bekerja dengan maksimal. Kendala lain, seperti masih ada keengganan para pemilik kendaraan untuk membayar retribusi parkir.
“Kondisi ini mengakibatkan penerimaan parkir menurun jauh. Dulu setiap minggu kita bisa dapat sampai Rp 7-8 juta. Kalau didampingi personil dari Pol PP  malah bisa belasan juta rupiah. Dengan portal yang tidak difungsikan, menurun jauh, hanya Rp 1 juta dalam seminggu. Rata-rata 1 hari dapat Rp 200 ribu, kalau hari pasar bisa Rp 300 ribu,” jelas Lukmad di Dermaga Laurens Say milik KSOP Maumere.
Menyikapi kondisi yang terjadi, Lukman mengaku sudah melaporkan kepada Bupati Robby Idong. Dia mengatakan pemerintah akan melakukan evaluasi dalam rangka mencarikan model yang terbaik, termasuk untuk meningkatkan penerimaan sebagai bagian dari pendapatan asli daerah.
Untuk jangka pendek, strategi yang akan dilakukan Dinas Koperindag yakni meminta bantuan personil Pol PP untuk mendampingi petugas parkir. Setiap hari  sebanyak 10-15 personil Pol PP bersama-sama petugas parkir melakukan penarikan retribusi parkir dari jam 05.00 Wita sampai jam 16.00 Wita. Rencananya akan dibagi dalam dua shif.
Lukman belum berencana melakukan rekruitmen petugas parkir. Dia akan memaksimalkan petugas parkir yang ada, dibantu personil Pol PP.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini